Sinergi Lintas Sektor, BPBD Parimo Mantapkan Mitigasi Dampak El Nino
- 08 Apr 2026 18:34 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Pariomo - Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Parigi Moutong mulai meningkatkan kewaspadaan dalam mengantisipasi dampak fenomena El Nino. Menurut perkiraan BMKG, puncak musim kemarau di sejumlah wilayah Parigi Moutong diprediksi terjadi pada Agustus hingga September mendatang.
Pelaksanan Tugas Kepala Pelaksana BPBD Parigi Moutong Rivai menuturkan, salah satu dampak yang menjadi perhatian khusus adalah potensi kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Tercatat, lebih dari tiga puluh kasus karhutla terjadi sejak awal tahun hingga Maret 2026.
Tidak hanya karhutla, kasus kekeringan juga melanda beberapa wilayah di Parigi Moutong beberapa waktu lalu. Guna mengantisipasi hal tersebut, BPBD Parigi Moutong telah menjalin koordinasi intensif dengan Pemerintah tingkat desa hingga instansi terkait.
"Kami telah menggelar rapat koordinasi bersama pemerintah tingkat kecamatan, baik yang hadir langsung maupun melalui zoom. Dari Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan (TPHP) juga dihadirkan dalam rapat tersebut. Jadi sudah ada antisipasi dari Dinas terkait," ujar Rivai saat dikonfirmasi via telepon, Senin 6 April 2026.
Selain penguatan koordinasi, BPBD Parigi Moutong juga meningkatkan kapasitas personel BPBD dalam penanganan Karhutla. Hal tersebut dilakukan melalui pelatihan dengan menghadirkan Tim Manggala Agni Kementerian Kehutanan.
Rivai juga memastikan kesiapan armada, baik milik BPBD Parigi Moutong maupun Damkar dan PMI setempat. Begitu pula dengan pendirian posko di titik rawan kebakaran.
"Semua sudah siap, begitupun dengan Damkar Parigi Moutong walaupun dengan kondisi empat unit, Damkar Provinsi telah siap siaga. PMI juga memiliki alat pemadam," tuturnya.
Masyarakat pun diimbau untuk tidak melakukan pembukaan lahan dengan cara membakar serta tidak membuang puntung rokok sembarangan. Rivai juga meminta warga untuk meningkatkan kesiapsiagaan dalam mengantispasi potensi bencana.
"Kami mengimbau warga untuk tidak melakukan pembakaran lahan, khususnya di kawasan hutan, saat musimkemarau nanti yang diprediksi akan lebih ekstrim. Kita harus bersatu dan siaga dalam mengantisipasi segala potensi bencana," kata Rivai mengakhiri.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....