Banjir Terjang Moutong dan Taopa, Ratusan Warga Terdampak

  • 04 Apr 2026 15:08 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Parimo — Hujan dengan intensitas tinggi memicu banjir luapan sungai yang merendam permukiman warga di sejumlah desa di Kabupaten Parigi Moutong, Jumat 3 April 2026 sore. Bencana ini melanda dua wilayah utama, yakni Kecamatan Moutong dan Kecamatan Taopa, dengan ketinggian air yang mulai naik sejak pukul 17.00 WITA.

Plt. Kepala Pelaksana BPBD Parimo Rivai dalam keterangannya menuturkan, Wilayah terdampak meliputi Desa Gio Barat, Desa Moutong Utara, Desa Pande, dan Desa Pandelalap di Kecamatan Moutong. Sementara di Kecamatan Taopa, banjir terjadi di Desa Paria, Desa Tompo, dan Desa Sibatang.

"Berdasarkan laporan Pusdalops, ratusan warga terdampak dengan sebaran berbeda di setiap desa. Sebagian warga juga sempat mengungsi untuk menghindari dampak luapan yang lebih besar," ucap Rivai.

Tercatat, Desa Gio Barat tercatat 35 kepala keluarga terdampak, termasuk 20 balita, 10 lansia, dan 1 penyandang disabilitas. Desa Pande mencatat 95 jiwa terdampak, sementara Desa Pandelalap sebanyak 80 kepala keluarga. Adapun Di Desa Moutong Utara, banjir berdampak pada 7 kepala keluarga di Dusun 1 dan 60 kepala keluarga di Dusun 3.

"Tidak ada laporan korban jiwa dalam peristiwa ini, namun terdapat satu unit rumah mengalami kerusakan ringan di Desa Gio Barat," ucapnya.

Selain permukiman, banjir juga merusak sejumlah fasilitas umum. Tanggul jebol dilaporkan terjadi di enam titik yang tersebuar di Desa Pendelalap, Pande dan Desa Tompo.

"Kerusakan juga terjadi pada jembatan kantong produksi di Desa Tompo, di mana plat beton mengalami kerusakan," tutur Rivai.

Sektor pertanian warga turut terpukul hebat, di mana puluhan hektare lahan perkebunan sawit, jagung, rica, hingga kakao dilaporkan rusak atau tergenang. Di Desa Pande, sekitar 10 hektare kebun jagung milik warga dilaporkan mengalami rusak total akibat rendaman air yang cukup lama.

Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Kabupaten Parigi Moutong bersama aparat desa, Babinsa, relawan, dan masyarakat setempat telah melakukan koordinasi serta kaji cepat di lokasi kejadian. Sejumlah kebutuhan mendesak yang diidentifikasi antara lain bantuan logistik penanggulangan bencana, penutupan tanggul jebol, normalisasi sungai, perbaikan jembatan di Desa Tompo, serta pelebaran drainase di Desa Moutong Utara.

Penanganan lanjutan pun diharapkan dapat segera dilakukan secara terpadu oleh pihak terkait, khususnya dalam perbaikan infrastruktur yang rusak, penguatan tanggul, serta pemulihan sektor pertanian guna mempercepat proses pemulihan pascabencana.

Saat ini kondisi banjir di sebagian besar wilayah telah berangsur surut dan para pengungsi telah kembali ke rumah masing-masing, meskipun beberapa area perkebunan masih tergenang air.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....