Peringatan Jumat Agung HKBP Palu Berlangsung Khusyuk dan Penuh Makna
- 03 Apr 2026 19:15 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Peringatan Jumat Agung di Gereja HKBP Palu yang berlangsung pada Jumat, 3 April 2026 berlangsung khusyuk, tertib, dan penuh khidmat. Ibadah ini menjadi puncak rangkaian perenungan sengsara Yesus Kristus dalam menyambut Hari Paskah.
Pendeta Edward P. Simaremare dalam khotbahnya mengangkat nats dari Injil Matius pasal 27 ayat 45- 56 dengan tema “Yesus adalah Anak Allah”. Ia menyoroti pengakuan iman yang justru datang dari kepala tentara Romawi saat penyaliban Yesus.
Menurutnya, pengakuan tersebut menjadi refleksi bagi umat Kristiani agar tidak hanya mengimani secara lisan, tetapi juga dari hati dan diwujudkan dalam kehidupan sehari-hari.
“Kita yang sudah percaya kepada Yesus, jangan hanya sebatas pengakuan di bibir, tetapi harus lahir dari hati dan tercermin dalam sikap hidup sebagai pengikut Kristus,” ujarnya.
Ia juga mengingatkan jemaat untuk tetap setia dan tidak menyangkal iman, sebagaimana kisah pengkhianatan yang dilakukan oleh murid-murid Yesus pada masa itu.
Perayaan Jumat Agung ini merupakan bagian dari rangkaian ibadah Paskah yang telah dimulai sejak Selasa melalui kegiatan Passion atau perenungan jalan salib (Via Dolorosa), dilanjutkan Rabu dan Kamis, hingga mencapai puncaknya pada Jumat Agung yang diisi dengan ibadah, perenungan (Ulaon Na Hohom), serta Perjamuan Kudus.
Seluruh rangkaian ibadah berlangsung dengan aman dan lancar. Pendeta Edward menyebut kondisi tersebut mencerminkan kuatnya nilai toleransi dan saling menghargai antarumat beragama di Kota Palu.
“Selama ibadah berlangsung, jemaat dapat beribadah dengan tenang tanpa rasa khawatir. Ini menunjukkan suasana yang aman, nyaman, dan penuh toleransi,” jelasnya.
Rangkaian perayaan akan dilanjutkan dengan ibadah Paskah, termasuk ibadah subuh (buha-buha ijuk) pada Minggu dini hari, yang menjadi simbol sukacita atas kebangkitan Yesus Kristus dari kematian.
Pendeta Edward berharap, momentum Jumat Agung tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial tahunan, tetapi menjadi refleksi iman agar pengorbanan Yesus benar-benar dihayati dan diwujudkan dalam kehidupan umat sehari-hari.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....