Rapat Evaluasi BAMAG di Kemenag Morowali, Perkuat Sinergi dan Moderasi Beragama
- 02 Apr 2026 09:13 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali - Rapat evaluasi pengurus Badan Musyawarah Antar Gereja (BAMAG) Kabupaten Morowali digelar di Aula Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Morowali, Selasa, 31 Maret 2026. Kegiatan ini menjadi forum konsolidasi tokoh agama dalam memperkuat sinergi dan menjaga kerukunan umat beragama di daerah tersebut.
Rapat difasilitasi oleh Kemenag Kabupaten Morowali melalui Penyelenggara Kristen, Rosnawati Sidaluwu, dan dibuka oleh Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kabupaten Morowali. Turut hadir Pelaksana Harian (Plh.) Kepala Kantor Kemenag Morowali, Muhtadi, perwakilan Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Morowali, Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB), Ketua Forum Kewaspadaan Dini Daerah (FKDM), para pendeta, serta jemaat dari berbagai gereja.
Kegiatan ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja pengurus BAMAG sekaligus memperkuat koordinasi antar tokoh agama. Melalui forum ini, diharapkan terbangun kesamaan persepsi dan komitmen bersama dalam menjalankan program organisasi yang sejalan dengan kebijakan pemerintah di bidang keagamaan.
Plh. Kepala Kantor Kemenag Morowali, Muhtadi, menyampaikan dukungannya terhadap pelaksanaan rapat evaluasi tersebut sebagai bagian dari penguatan moderasi beragama di daerah.
“Kami mendukung penuh kegiatan ini sebagai langkah konkret dalam memperkuat moderasi beragama di Kabupaten Morowali,” ujarnya.
Menurutnya, peran BAMAG sangat strategis dalam menjaga keharmonisan serta mempererat hubungan antarumat beragama, khususnya di kalangan umat Kristiani.
Ia juga menekankan pentingnya koordinasi dan komunikasi yang intensif antar tokoh agama, agar dialog yang terbangun senantiasa dilandasi semangat kekeluargaan, kebersamaan, dan saling menghormati.
Selain itu, pengurus BAMAG diharapkan dapat bersikap terbuka dan proaktif, serta menjadi garda terdepan dalam menjaga kerukunan. BAMAG juga diharapkan mampu menjembatani penyampaian informasi kebijakan pemerintah kepada umat secara tepat dan konstruktif.
Di akhir penyampaiannya, Muhtadi mengajak seluruh pihak untuk menjadikan perbedaan sebagai kekuatan dalam membangun kehidupan masyarakat yang harmonis.
“Perbedaan adalah kekayaan yang harus dijaga bersama. Melalui kebersamaan, kita dapat memperkuat persatuan dan menciptakan suasana yang damai,” pungkasnya.
Melalui rapat evaluasi ini, BAMAG diharapkan terus menjadi wadah strategis dalam merawat kebersamaan, memperkuat persatuan, serta menumbuhkan nilai-nilai moderasi beragama di Kabupaten Morowali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....