Haul ke-58 Guru Tua, Kakanwil Kemenag Sulteng Ulas Perjalanan dan Keteladanan

  • 02 Apr 2026 08:43 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Sulawesi Tengah, Junaidin, membacakan manaqib perjalanan hidup Sayyid Idrus bin Salim Aljufri dalam peringatan Haul ke-58 Guru Tua yang digelar di halaman PB Alkhairaat, Palu, Rabu, 1 April 2026.

Dalam pembacaan tersebut, Junaidin menegaskan bahwa sosok Guru Tua mewariskan nilai kelembutan hati, akhlak mulia, serta komitmen kuat terhadap agama dan bangsa. Nilai-nilai moderasi, cinta, dan persatuan yang diajarkan dinilai tetap relevan dalam menjawab tantangan kehidupan saat ini.

“Sudah sepatutnya kita melanjutkan perjuangan beliau dengan menghidupkan pendidikan yang berlandaskan cinta, toleransi, dan keseimbangan dalam kehidupan,” ujar Junaidin.

Ia juga mengutip kisah yang disampaikan Habib Saggaf Aljufri yang menggambarkan Guru Tua sebagai pendidik penuh kasih sayang, lapang dada, serta memiliki kecintaan besar kepada umat.

Lebih lanjut, Junaidin menyampaikan bahwa Kementerian Agama saat ini tengah mendorong penguatan sistem pendidikan berbasis kasih sayang melalui konsep “kurikulum cinta” yang diterapkan di madrasah dan sekolah di bawah Kementerian Agama. Ia berharap lembaga Alkhairaat dapat menjadi lokomotif utama dalam penerapan konsep tersebut, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Dalam manaqib tersebut juga diulas kiprah perjuangan Guru Tua pada masa pendudukan Jepang. Meski madrasah Alkhairaat sempat ditutup, Guru Tua tetap menanamkan semangat kebangsaan kepada para santri dengan mewajibkan penggunaan pita merah putih pada songkok hitam, mengenakan seragam merah putih, serta menyanyikan lagu-lagu kebangsaan sebagai bentuk perlawanan.

Perjuangan melalui jalur pendidikan terus dilakukan dengan mendirikan dan mengembangkan lembaga Alkhairaat. Guru Tua bahkan menegaskan bahwa dalam kondisi apa pun, proses pendidikan tidak boleh terhenti.

Sementara itu, Menteri Agama RI, Nasaruddin Umar, dalam sambutannya mengajak umat untuk memperbanyak salawat kepada Nabi Muhammad SAW, mengingat Allah dan para malaikat juga berselawat kepada Nabi. Di akhir sambutannya, Menag mengajak seluruh hadirin membacakan surah Al-Fatihah untuk Guru Tua sekaligus mendorong dukungan terhadap pengembangan Alkhairaat.

Haul ke-58 Guru Tua mengusung tema “Meneguhkan Spirit Keteladanan Guru Tua dalam Bingkai Ilmu dan Akhlak.” Kegiatan ini dihadiri ribuan jemaah dari berbagai daerah yang mengikuti rangkaian acara dengan penuh khidmat.

Sejumlah tokoh nasional dan daerah turut hadir, di antaranya Ketua Utama Alkhairaat Alwi bin Saggaf Aljufri, Ketua Pembina Alkhairaat Fadel Muhammad, Menteri ATR/Kepala BPN Nusron Wahid, serta sejumlah tokoh lainnya.

Turut hadir pula unsur Forkopimda, kepala daerah, tokoh agama, dan masyarakat dari berbagai wilayah di Indonesia, yang bersama-sama mengenang dan meneladani perjuangan Guru Tua dalam membangun pendidikan dan peradaban berbasis akhlak.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....