Kelurahan Tavanjuka Perketat Pengawasan Sampah di Wilayah Perbatasan

  • 01 Apr 2026 06:49 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kelurahan Tavanjuka, Kota Palu, terus mengoptimalkan inovasi penanganan sampah guna mengantisipasi maraknya tempat pembuangan sampah liar. Upaya ini dilakukan melalui pendekatan persuasif hingga pemberian insentif bagi warga yang berpartisipasi menjaga kebersihan lingkungan.

Lurah Tavanjuka, Putra Maharandha Airlangga menjelaskan, pihaknya menerapkan sistem sayembara bagi warga yang berhasil menangkap atau melaporkan pelaku pembuangan sampah sembarangan. Program inovatif ini dikelola bersama lembaga adat untuk memberikan sanksi sosial sekaligus edukasi kepada masyarakat luas.

“Tahun lalu ada program 'Butuh Dana Cepat', jadi pelaku pembuangan sampah liar itu kalau tertangkap, warga yang melaporkan akan mendapat hadiah,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa, 31 Maret 2026.

Putra menyebut, kendala utama yang dihadapi saat ini adalah pemantauan di titik perbatasan antara Kelurahan Tavanjuka dengan wilayah Kabupaten Sigi. Karena wilayahnya berbatasan langsung dengan Kabupaten Sigi, dinilai menjadi salah satu faktor maraknya oknum warga dari luar daerah yang membuang sampah di wilayah kelurahan Tavanjuka secara sembunyi-sembunyi.

“Kesulitan saya itu di wilayah perbatasan dengan Sigi karena kadang warga wilayah tetangga kedapatan membuang sampah di wilayah kami,” ucapnya.

Selain pengawasan ketat, pihak kelurahan juga menginstruksikan seluruh Ketua RT dan RW untuk mengaktifkan kembali jadwal kerja bakti secara rutin. Hal ini bertujuan agar kesadaran kolektif masyarakat meningkat tanpa harus bergantung sepenuhnya pada petugas kebersihan kota.

“Kami menyampaikan kepada para RT dan RW untuk rutin melakukan giat gotong royong kebersihan dan tidak hanya mengandalkan tenaga dari teman-teman Padat Karya,” ucapnya.

Lurah Tavanjuka itu juga menekankan bahwa tarif retribusi sampah saat ini sangat terjangkau guna memudahkan seluruh lapisan ekonomi masyarakat. Fasilitas pengangkutan sampah langsung ke rumah warga diharapkan dapat menekan angka pembuangan sampah ke drainase.

“Jangan lagi dibuang sembarangan sampahnya karena sudah diangkut dengan biaya tiga puluh lima ribu rupiah, bahkan untuk masyarakat miskin hanya sepuluh ribu rupiah,” ucapnya.

Ia berharap masyarakat dapat memahami bahwa membuang sampah ke saluran air hanya akan merugikan diri sendiri karena memicu terjadinya penyumbatan dan banjir. Kesadaran warga merupakan elemen paling krusial dalam mendukung program pemerintah menuju kota yang bersih dan sehat.

“Mari kita kerja sama karena pemerintah sendiri pun tidak bisa bekerja maksimal tanpa adanya bantuan dari kesadaran masyarakat itu sendiri,” ucapnya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....