Bertahan Hidup di Rakit, 21 Awak KM Nazila 05 Ditemukan Selamat

  • 31 Mar 2026 12:48 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Luwuk - Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu memastikan seluruh awak kapal KM Nazila 05 dalam kondisi sehat, setelah berhasil dievakuasi di Perairan Bolsel, Selasa 31 Maret 2026. Sebanyak 21 orang awak kapal ditemukan sekitar 25 nautical mile dari lokasi terakhir kapal dilaporkan hilang.

Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Palu, Muhammad Rizal mengungkapkan, korban berhasil ditemukan pada pukul 08.24 WITA, setelah melakukan koordinasi bersama pemilik rakit, Eben. Disebut, seluruh korban dalam kondisi sehat walafiat berkat bantua logistik oleh pemilik rakit.

"Kondisi korban masih dalam kondisi yang baik karena mengingat mereka mengikat (long boat) di rakit. Kebetulan dalam rakit itu ada yang jaga sehingga masih sempat diberikan makan oleh pemilik rakit tersebut," ujar Rizal saat ditemui di Kantor Basarnas Palu.

Ditambahkan, pada operasi pencarian kali ini, pihaknya membagi dua tim khusus, yaitu sektor Gorontalo menggunakan kapal RB 216 Gorontalo dan sektor Palu menggunakan KN SAR Bhisma untuk menyisir area Perairan Maluku Utara. Metode pencarian disesuaikan dengan SOP yang telah berlaku di Basarnas.

"Jadi memang ada metode pencarian yang sudah menjadi standar kami di Basarnas untuk dilaksanakan sehingga kami menghitung dari posisi lokasi tenggelamnya kapal, kemudian drift, pergerakan arus dan pergerakan angin sehingga kami menghitung di mana kemungkinan posisi korban berada," tuturnya.

Rizal menyebut, kondisi cuaca saat evakuasi berlangsung cukup bersahabat, dengan ketinggian ombak berkisar antara 0,5 hingga 1,25 meter serta jarak pandang yang aman. Saat ini, seluruh korban tengah dibawa menggunakan Kapal RB 216 menuju Pelabuhan Pelni Gorontalo.

Operasi penyelamatan tersebut menjadi yang ke-18 yang dilakukan oleh Basarnas Palu sejak awal tahun 2026, di mana mayoritas kasus didominasi oleh kecelakaan kapal.

KM Nazila 05 dilaporkan tenggelam akibat terpaan ombak dan cuaca buruk, Senin 30 Maret 2026 dini hari, di Perairan Bagian Utara Pulau Taliabu, Provinsi Maluku Utara. Seluruh awak kapal sempat melakukan evakuasi mandiri menggunakan long boat sebelum kapal karam.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....