Menjaga Jejak Sejarah, Taman Relief Likuifaksi Sigi Jadi Ruang Edukasi
- 31 Mar 2026 06:42 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Di balik hamparan tanah yang kini tampak tenang, tersimpan kisah besar yang pernah mengguncang wilayah Sigi, Sulawesi Tengah. Taman Relief Likuifaksi, yang berlokasi di Desa Lolu, Kecamatan Sigi Biromaru, hadir sebagai pengingat akan peristiwa bencana yang pernah mengubah wajah daerah tersebut sekaligus menjadi ruang refleksi bagi masyarakat.
Taman ini dibangun di kawasan yang terdampak likuifaksi, sebuah fenomena alam yang menyebabkan tanah kehilangan kekuatannya dan berubah seperti cairan. Peristiwa tersebut menjadi bagian penting dari sejarah yang tidak hanya dikenang, tetapi juga dipelajari oleh generasi masa kini.
Untuk memperkuat nilai edukatifnya, di taman ini juga terdapat relief yang menceritakan secara visual kejadian likuifaksi, sehingga pengunjung dapat melihat dan memahami kronologi bencana yang pernah melanda Sigi.
Kini, Taman Relief Likuifaksi tidak hanya menjadi simbol duka, tetapi juga berkembang sebagai sarana edukasi. Banyak pengunjung, termasuk pelajar dan masyarakat umum, datang untuk melihat langsung lokasi sekaligus memahami dampak dari bencana tersebut.

Sebagai pengelola taman, Afrizal mengatakan bahwa keberadaan taman ini memiliki nilai sejarah yang sangat penting dan harus dijaga bersama.
“Sebagai pengelola yang setiap hari menjaga Taman Relief Likuifaksi, saya melihat tempat ini bukan sekadar taman biasa. Ini adalah bagian dari sejarah yang harus dijaga dengan baik karena memiliki nilai pembelajaran bagi semua orang,” ujar Afrizal kepada RRI.
Ia menambahkan, menjaga kebersihan dan ketertiban kawasan menjadi tanggung jawab bersama. Dengan begitu, pesan yang ingin disampaikan dari Taman Relief Likuifaksi dapat terus tersampaikan kepada setiap pengunjung.
Keberadaan taman ini menjadi simbol bahwa dari sebuah bencana besar, masyarakat mampu bangkit dan membangun kembali kehidupan. Taman Relief Likuifaksi pun kini berdiri sebagai pengingat, sekaligus harapan agar peristiwa serupa dapat dihadapi dengan kesiapsiagaan yang lebih baik di masa depan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....