Guru Tua Wariskan Semangat Kerukunan Antarumat Beragama
- 30 Mar 2026 14:43 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Habib Sayyid Idrus Bin Salim Al Jufri atau yang dikenal sebagai Guru Tua memiliki peran sentral dalam menyiarkan agama Islam sekaligus membangun fondasi pendidikan di Sulawesi Tengah dan Indonesia Timur. Perjuangan tersebut kini telah berkembang menjadi lebih dari 1.600 lembaga pendidikan yang berafiliasi di bawah naungan Pengurus Besar Alkhairaat.
Bagi Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama Kota Palu Ismail Pangeran, salah satu keteladanan yang dapat dipetik dari perjuangan Guru Tua adalah sikap inklusif dan terbuka terhadap kemajemukan. Hal ini dibuktikan saat beliau dengan merangkul guru agama non-muslim untuk berbagi ilmu pengetahuan kepada para murid di Alkhairaat untuk kemajuan masyarakat luas ke depan.
"Salah satu hal yang diteladani oleh guru kita, Guru Tua ini adalah bagaimana Guru Tua bisa merangkul seorang guru agama yang non muslim dapat memberikan ilmu pengetahuannya kepada umat Islam khususnya di Al-Khairat, agar bisa dapat dinikmati dan dirasakan oleh seluruh masyarakat di masa akan datang," ujar Ismail saat ditemui seusai pembukaan Festival Raudhah Sis Al Jufri, Sabtu 28 Maret 2026.
Ia menyebut, cerminan nilai keberagaman di lingkungan Alkhairaat masih terjaga hingga saat ini. Kolaborasi lintas agama tersebut tidak hanya menyentuh aspek pendidikan semata, namun telah meluas ke berbagai sektor seperti sosial dan budaya.
"Sampai hari ini apa yang dilakukan oleh guru tua itu terus dikembangkan bahkan kerja sama itu semakin luas bukan cuma dalam aspek pendidikan, tapi sosial budaya dan bahkan sampai meningkat kepada hal-hal yang lainnya. Hal tersebut terus dikembangkan oleh pada kader-kader Al-Khairat sampai hari ini," tuturnya,
Semangat kemajemukan tersebut juga terlihat dalam penyelenggaraan Festival Raudhah Sis Al Jufri dan Haul ke-58 Guru Tua, yang akan berlangsung pada 1 April 2026. Tokoh-tokoh lintas agama, sebut Ismail, turut terlibat dalam mepersiapkan agenda berskala nasional tersebut.
Ia meyakini ajang yang diprediksi akan dipadati 75.000 masyarakat tersebut tidak hanya menjadi wadah silaturahmi bagi abnaul khairaat di seluruh Indonesia. Lebih dari itu, ajang ini juga menjadi sarana untuk mempererat kerukukan antar umat beragama.
"Pandangan FKUB Kota Palu tentang (festival) Raudhah ini merupakan salah satu cara untuk mempererat tali silaturahim antar umat beragama," ucap Ismail.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....