Lonjakan Energi Picu Tren Penggunaan Kompor Listrik Rumah

  • 30 Mar 2026 13:20 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu — Lonjakan harga energi dalam beberapa waktu terakhir mendorong masyarakat mulai mencari alternatif yang lebih efisien untuk kebutuhan memasak. Salah satu yang kini semakin diminati adalah penggunaan kompor listrik di rumah tangga.

Peralihan ke kompor listrik dinilai sebagai langkah adaptif masyarakat dalam menyiasati kenaikan harga bahan bakar, khususnya LPG. Di sejumlah wilayah, termasuk Kota Palu, tren ini mulai terlihat dari meningkatnya minat warga terhadap perangkat memasak berbasis listrik.

Seorang warga Palu, Masni, mengaku mulai beralih menggunakan kompor listrik sejak harga LPG melonjak. Menurutnya, selain lebih praktis, penggunaan kompor listrik juga membantu mengontrol pengeluaran rumah tangga.

“Sekarang lebih hemat, apalagi kalau pemakaian diatur dengan baik,” ujarnya.

Selain faktor biaya, aspek keamanan juga menjadi pertimbangan masyarakat. Kompor listrik dianggap lebih aman karena tidak menggunakan api terbuka, sehingga risiko kebakaran dapat diminimalisir, terutama di lingkungan padat penduduk.

Namun demikian, peralihan ini juga diikuti dengan tantangan tersendiri, seperti kebutuhan daya listrik yang memadai. Pengguna harus memastikan kapasitas listrik rumah mencukupi agar penggunaan kompor listrik tidak mengganggu aktivitas lain.

“Antisipasi terhadap lonjakan harga energi bisa dimulai dari perubahan kecil di tingkat rumah tangga. Kompor listrik menjadi salah satu alternatif yang cukup efektif jika digunakan secara efisien,” jelasnya.

Pemerintah pun diharapkan dapat mendukung tren ini melalui edukasi penggunaan energi yang hemat serta penyediaan infrastruktur listrik yang andal. Dengan demikian, peralihan ke energi listrik tidak hanya menjadi solusi sementara, tetapi juga bagian dari gaya hidup hemat energi masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....