Dekan FEB Untad Tekankan Sikap Bijak dalam Pengelolaan Keuangan Mahasiswa

  • 27 Mar 2026 15:01 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dekan Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Tadulako (Untad), Prof. Wahyuningsih, Ph.D menyoroti tantangan berat penguatan literasi keuangan di era digital khususnya bagi kalangan mahasiswa. Kehadiran berbagai platform pinjaman dan judi online yang menawarkan kemudahan semu menjadi ancaman nyata bagi stabilitas ekonomi di tingkat mahasiswa.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi bumerang jika tidak disertai dengan sikap bijak dan cerdas dari para penggunanya. Mahasiswa yang tidak waspada sangat rentan terjebak dalam penderitaan finansial akibat iming-iming instan yang ditawarkan oleh layanan ilegal.

"Teknologi bisa membawa kemudahan, tapi jika mahasiswa tidak cerdas dan bijak, bisa terbawa ke hal-hal yang sangat merugikan," ucap Prof Wahyuningsih saat diwawancarai pada Kamis, 26 Maret 2026.

Guna mengantisipasi hal tersebut, FEB Untad secara rutin menggandeng berbagai instansi keuangan formal seperti Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, hingga Pegadaian. Program edukasi seperti "BI Go to Campus" terus digalakkan untuk memberikan pemahaman pengelolaan keuangan yang lebih aplikatif bagi generasi muda.

"Kami rutin memberikan edukasi agar mahasiswa memiliki ilmu yang benar-benar bermanfaat dalam mengelola keuangan pribadi maupun keluarga," ucapnya.

Prof. Wahyuningsih menegaskan bahwa kunci utama dalam mengelola keuangan bukan sekadar angka, melainkan perubahan pola pikir atau mindset. Ia turut mendorong mahasiswa untuk memiliki kecerdasan sosial, emosional, dan spiritual guna mengontrol keinginan yang berlebihan.

"Sejatinya kunci mengelola keuangan itu dari mindset, sehingga saat spiritualitas bagus, Tuhan akan menyederhanakan keinginan kita," ucapnya.

Prinsip menyederhanakan keinginan dianggap sebagai benteng utama agar seseorang tidak terjebak dalam fenomena "besar pasak daripada tiang". Tanpa kendali emosi yang baik, penghasilan sebesar apa pun dinilai akan tetap berujung pada defisit keuangan dan jeratan utang.

"Biar ilmu banyak, tapi kalau keinginan terlalu tinggi, biasanya cenderung minus dan akhirnya terjebak pinjaman," ucapnya.

Karena itu ia berharap mahasiswa Untad mampu menjadi agen perubahan (agent of change) yang membawa dampak positif bagi masyarakat luas. Melalui visi Go Global and Good Character yang digagas oleh Dekan FEB Untad itu, lulusan diharapkan tidak hanya unggul secara akademik, namun juga memiliki integritas karakter yang kuat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....