Warga Binaan Lapas Perempuan Palu Produksi Kue Kering di Bulan Ramadan
- 15 Mar 2026 15:05 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Sigi - Menjelang Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, warga binaan Lapas Perempuan Kelas III Palu memanfaatkan momentum Ramadan dengan memproduksi berbagai jenis kue kering sebagai bagian dari program pembinaan kemandirian di dalam lapas, Sabtu, 14 Maret 2026.
Kegiatan yang berlangsung di Ruang Bimbingan Kerja (Bimker) tersebut merupakan salah satu upaya pembinaan keterampilan bagi warga binaan agar memiliki bekal kemampuan ketika kembali ke masyarakat. Para warga binaan dilibatkan langsung dalam proses pembuatan kue kering yang identik dengan hidangan Lebaran.
Adapun jenis kue yang diproduksi di antaranya nastar, cokelat cornflake, dan plum sugar. Kue-kue tersebut ditawarkan dengan variasi harga mulai dari Rp85 ribu hingga Rp135 ribu per toples, menyesuaikan jenis dan kemasan yang tersedia.
Dalam proses pembuatannya, warga binaan terlibat mulai dari menyiapkan bahan, mengaduk adonan, mencetak, hingga memanggang kue di bawah pendampingan petugas lapas. Hingga saat ini, pesanan yang telah diterima mencapai sembilan toples dan diperkirakan akan terus bertambah pada pekan depan, bahkan berpotensi dalam bentuk paket hampers Lebaran.
Kegiatan produksi kue kering ini diikuti oleh tiga orang warga binaan yang mendapatkan pembinaan keterampilan di bidang tata boga. Melalui kegiatan tersebut, mereka tidak hanya belajar teknik pembuatan kue, tetapi juga mendapatkan pengalaman dalam pengelolaan produksi hingga pemenuhan pesanan.
Kepala Lapas Perempuan Kelas III Palu, Yoesiana, yang meninjau langsung proses pembuatan kue menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang terus dikembangkan bagi warga binaan.
“Pembinaan seperti ini kami dorong agar warga binaan memiliki keterampilan yang bermanfaat. Harapannya, ketika mereka kembali ke masyarakat nanti, keterampilan ini dapat menjadi bekal untuk membuka usaha ataupun bekerja secara mandiri,” ujarnya.
Ia menambahkan, momentum menjelang Idul Fitri menjadi kesempatan yang baik bagi warga binaan untuk mempraktikkan keterampilan yang telah dipelajari sekaligus meningkatkan kepercayaan diri melalui hasil karya yang memiliki nilai ekonomi.
Sementara itu, staf Subseksi Pembinaan yang turut mendampingi kegiatan menjelaskan bahwa produksi kue kering tersebut merupakan bagian dari program pembinaan kemandirian yang secara rutin diberikan kepada warga binaan sesuai minat dan potensi yang dimiliki.
“Kami mendampingi langsung proses pembuatan kue mulai dari persiapan bahan hingga pengemasan. Selain melatih keterampilan memasak, warga binaan juga belajar mengenai proses produksi dan pemenuhan pesanan agar memiliki pengalaman yang bisa diterapkan ketika kembali ke masyarakat,” jelasnya.
Salah seorang warga binaan berinisial EH mengaku senang dapat terlibat dalam kegiatan tersebut. Ia menilai program pembinaan ini memberikan pengalaman sekaligus keterampilan baru yang bermanfaat bagi masa depannya.
“Saya sangat bersyukur bisa belajar membuat kue di sini. Awalnya saya tidak terlalu bisa, tapi sekarang sudah mulai paham cara membuat berbagai jenis kue kering. Mudah-mudahan keterampilan ini bisa saya manfaatkan nanti setelah bebas,” ungkapnya.
Selain melatih keterampilan, kegiatan ini juga diharapkan mampu menumbuhkan rasa percaya diri dan kemandirian warga binaan. Dengan pembinaan yang berkelanjutan, warga binaan diharapkan dapat kembali ke masyarakat dengan bekal kemampuan yang bermanfaat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....