Pemkot Palu Dorong Penguatan Pembinaan Akhlak Bagi Generasi Muda

  • 11 Mar 2026 15:11 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Wali Kota Palu diwakili oleh Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Palu, Hardi, menghadiri kegiatan Wisuda Tahfidz Siswa Kelas XII Angkatan VII Luverzya MAN Insan Cendekia Kota Palu Tahun 2026. Kegiatan tersebut dilaksanakan di aula MAN Insan Cendekia, Selasa, 10 Maret 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Hardi membacakan sambutan tertulis Wali Kota Palu yang menyampaikan apresiasi kepada keluarga besar MAN Insan Cendekia Kota Palu atas komitmen dan dedikasinya dalam membina generasi muda. Pembinaan tersebut tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga kuat dalam nilai-nilai keimanan dan akhlak melalui pendidikan Al-Qur’an.

Menurutnya, wisuda tahfidz yang dilaksanakan bukan sekadar seremoni, melainkan merupakan tonggak penting dalam perjalanan spiritual dan intelektual para siswa.

“Menjadi penghafal Al-Qur’an adalah sebuah kemuliaan sekaligus amanah yang besar. Al-Qur’an bukan hanya untuk dihafal, tetapi juga untuk dipahami, diamalkan, dan dijadikan pedoman dalam kehidupan sehari-hari,” ucapnya.

Hardi juga berpesan kepada para wisudawan dan wisudawati agar menjadikan capaian tersebut sebagai awal dari perjalanan panjang dalam menjaga hafalan, memperdalam pemahaman, serta menebarkan nilai-nilai Al-Qur’an di tengah masyarakat. Menurutnya keberhasilan para siswa dalam menghafal Al-Qur’an, tentu tidak terlepas dari kerja keras, kedisiplinan, serta bimbingan para guru dan doa yang tidak pernah putus dari para orang tua.

Oleh karena itu, para wisudawan diharapkan dapat menjadi generasi Qur’ani yang cerdas, berakhlak mulia, serta mampu memberikan kontribusi nyata bagi bangsa, daerah, dan umat.

“Jadilah pemimpin masa depan yang berpegang teguh pada nilai-nilai Al-Qur’an, sehingga mampu membawa perubahan yang baik bagi masyarakat,” ucapnya.

Ia menyebut Pemerintah Kota Palu sangat mendukung upaya penguatan pendidikan keagamaan sebagai bagian dari pembangunan sumber daya manusia yang berkualitas. Generasi yang dekat dengan Al-Qur’an diyakini akan tumbuh menjadi generasi yang memiliki karakter kuat, integritas tinggi, serta kepedulian sosial yang besar.

Untuk itu, sinergi antara pemerintah, lembaga pendidikan, orang tua, dan masyarakat perlu terus diperkuat demi melahirkan generasi yang tidak hanya cerdas secara intelektual, tetapi juga matang secara spiritual.

“Semoga hafalan Al-Qur’an yang telah diraih dapat terus dijaga dan menjadi cahaya dalam kehidupan kalian, serta membawa keberkahan bagi keluarga, masyarakat, dan bangsa,” ucapnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....