BKMT Sulteng Bersama Lapas Perempuan Palu Gelar Tausiah Ramadan bagi Warga Binaan

  • 11 Mar 2026 11:48 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Sigi - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Perempuan Kelas III Palu bekerja sama dengan Badan Kontak Majelis Taklim (BKMT) Provinsi Sulawesi Tengah menggelar pembinaan keagamaan bagi warga binaan dengan tema “Mengisi Ramadan dengan Kebaikan”, Selasa, 10 Maret 2026.

Kegiatan yang berlangsung khidmat tersebut diikuti sekitar 150 warga binaan yang antusias memanfaatkan momentum Ramadan untuk memperdalam nilai-nilai keagamaan serta meningkatkan kualitas spiritual selama menjalani masa pembinaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan, dilanjutkan pembacaan ayat suci Al-Qur’an yang menambah suasana religius di lingkungan lapas. Selanjutnya, para peserta bersama-sama melantunkan zikir dan selawat sebagai bentuk penguatan spiritual sekaligus ungkapan rasa syukur.

Kepala Lapas Perempuan Palu, Yoesiana, menyampaikan apresiasi kepada BKMT Provinsi Sulawesi Tengah yang telah memberikan pembinaan dan motivasi kepada warga binaan.

Ia berharap momentum Ramadan dapat dimanfaatkan oleh para warga binaan untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan, sekaligus menjadi sarana memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

“Melalui kegiatan seperti ini kami berharap warga binaan dapat memaknai Ramadan sebagai kesempatan untuk memperkuat iman, memperbaiki diri, serta mempersiapkan masa depan yang lebih baik ketika kembali ke tengah masyarakat,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, dua narasumber dari BKMT Provinsi Sulawesi Tengah turut memberikan tausiah yang sarat dengan pesan moral dan motivasi.

Ceramah pertama disampaikan oleh Mardiati dengan tema “Peran Ibu dalam Membentuk Generasi Emas 2045”. Ia menekankan pentingnya peran seorang ibu dalam mendidik dan membentuk karakter anak agar menjadi generasi yang berakhlak mulia serta mampu memberikan kontribusi positif bagi bangsa.

Sementara itu, Nurhayati dalam materinya tentang Tazkiyatun Nafs mengajak para warga binaan untuk melakukan introspeksi diri, membersihkan hati, serta meningkatkan kualitas ibadah sebagai upaya mendekatkan diri kepada Allah SWT.

Nurhayati juga mengapresiasi terselenggaranya kegiatan pembinaan spiritual di lingkungan Lapas Perempuan Palu. Menurutnya, kegiatan semacam ini memiliki peran penting dalam memberikan motivasi serta penguatan mental bagi warga binaan.

“Kami sangat mengapresiasi kegiatan ini karena memberikan ruang bagi warga binaan untuk lebih mendekatkan diri kepada Allah SWT, terlebih di bulan suci Ramadan,” tuturnya.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi tanya jawab, di mana para warga binaan antusias mengajukan berbagai pertanyaan seputar kehidupan spiritual, peran keluarga, serta cara memperbaiki diri selama menjalani masa pembinaan.

Melalui kegiatan tersebut diharapkan warga binaan dapat terus meningkatkan kualitas diri, memperkuat nilai-nilai keimanan, serta menjadikan Ramadan sebagai momentum untuk menebar kebaikan dan membangun harapan baru di masa depan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....