BKSDA Sulteng Perkuat Kerja Sama dengan Bandara Cegah Peredaran Ilegal Satwa
- 09 Mar 2026 11:51 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sulawesi Tengah memperkuat koordinasi dan kerja sama dengan pihak bandara sebagai upaya meningkatkan pengawasan terhadap potensi peredaran ilegal Tumbuhan dan Satwa Liar (TSL). Kerja sama tersebut juga bertujuan memperluas jaringan pengawasan terhadap lalu lintas keluar masuk satwa melalui jalur transportasi udara.
Kepala BKSDA Sulawesi Tengah, Mulyadi, menjelaskan, langkah tersebut juga berkaitan dengan pemenuhan administrasi petugas BKSDA yang beraktivitas di kawasan bandara. Salah satunya adalah penggunaan atribut dan tanda pengenal sesuai ketentuan yang berlaku di lingkungan otoritas bandara.
Menurutnya, kerja sama tersebut tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga memiliki tujuan strategis dalam memperkuat upaya perlindungan satwa liar. Dengan kolaborasi tersebut, pengawasan terhadap potensi perdagangan ilegal satwa dapat dilakukan secara lebih efektif.
“Dengan kerja sama ini, ibaratnya mata dan telinga BKSDA menjadi lebih luas. Bukan hanya petugas BKSDA yang melakukan pengawasan, tetapi juga terbantu oleh keberadaan petugas bandara,” ujar Mulyadi, Senin, 9 Maret 2026.
Ia menjelaskan bahwa pihaknya juga akan memberikan edukasi kepada petugas bandara terkait cara mengenali jenis-jenis tumbuhan dan satwa liar. Edukasi tersebut diharapkan dapat membantu petugas dalam mengidentifikasi potensi peredaran ilegal satwa yang mungkin terjadi di area bandara.
Selain itu, bandara dinilai sebagai salah satu titik strategis dalam upaya pengawasan karena menjadi jalur mobilitas masyarakat yang cukup tinggi. Kondisi tersebut dinilai efektif untuk memperluas penyampaian pesan-pesan konservasi kepada masyarakat.
Melalui kerja sama ini, BKSDA Sulawesi Tengah berharap upaya pencegahan peredaran ilegal satwa liar dapat semakin diperkuat. Sinergi lintas lembaga juga diharapkan mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kelestarian satwa dan tumbuhan liar.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....