Perkuat Ekonomi Kelompok Usaha, Bupati Morut Salurkan Bantuan Keuangan Khusus
- 07 Mar 2026 13:54 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Morowali Utara - Bupati Morowali Utara, Delis Julkarson Hehi, menyerahkan Bantuan Keuangan Khusus (BKK) berupa peralatan dan dukungan pengembangan usaha kepada kelompok penerima manfaat di Kecamatan Soyojaya. Penyerahan bantuan dilakukan secara simbolis di Balai Desa Pancamakmur, Kamis, 5 Maret 2026 sore.
Program BKK tersebut merupakan bagian dari kebijakan daerah dalam mendorong percepatan pembangunan desa serta penguatan ekonomi masyarakat melalui pembentukan dan pengembangan kelompok usaha produktif. Bupati Delis menegaskan bahwa program ini menjadi salah satu instrumen penting pemerintah daerah dalam menekan angka kemiskinan sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat di tingkat desa.
"Program BKK ini kita jalankan untuk menstimulasi pertumbuhan ekonomi masyarakat desa. Melalui bantuan peralatan usaha, kelompok-kelompok ekonomi produktif dapat berkembang dan membuka peluang pendapatan baru bagi keluarga," ujar Delis.
Ia menjelaskan, sejak dijalankan beberapa tahun terakhir, program tersebut telah memberikan dampak nyata terhadap penguatan ekonomi masyarakat. Data pemerintah daerah menunjukkan bahwa hingga kini sebanyak 1.658 kelompok usaha di Morowali Utara telah menerima dukungan melalui program tersebut.
Baca Juga: Refleksi Satu Tahun, Wagub Sulteng Soroti Capaian Program Berani Sehat
Menurut Delis, keberadaan kelompok usaha dengan berbagai jenis kegiatan ekonomi, mulai dari usaha katering, penyewaan tenda dan kursi, sound system, menjahit, pembuatan kue, hingga jasa pertukangan, telah mendorong perputaran ekonomi di desa. Ia juga mengungkapkan bahwa upaya pemerintah daerah dalam mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat menunjukkan hasil yang positif.
"Berdasarkan data Badan Pusat Statistik, angka kemiskinan di Morowali Utara terus mengalami penurunan. Dari sekitar 15 persen pada 2022 kini turun menjadi sekitar 10 persen. Artinya ribuan warga sudah berhasil meningkatkan taraf hidupnya," ucapnya.
Selain itu, Bupati Delis menyebut tingkat kesenjangan pendapatan di Morowali Utara juga tercatat sebagai yang terendah di antara 13 kabupaten/kota di Sulawesi Tengah. Meski demikian, ia mengakui bahwa pemerintah daerah saat ini menghadapi tantangan keterbatasan anggaran akibat efisiensi dan pemangkasan anggaran dari pemerintah pusat yang mencapai lebih dari Rp350 miliar.
Baca Juga: Bappenas RI Identifikasi Kesenjangan Data Yurisdiksi Berkelanjutan Sulteng
Ia menegaskan komitmen pemerintah daerah untuk terus mempertahankan program-program yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat.
"Walaupun kondisi keuangan daerah sedang berat karena pemangkasan anggaran, kami tetap berkomitmen mempertahankan program yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD) Morowali Utara, Andi Parenrengi, menjelaskan bahwa program BKK telah berjalan sejak 2022 dan kini memasuki tahun keempat pelaksanaan. Menurutnya, pada tahun 2025 program tersebut mengalami penguatan dalam kerangka Program Percepatan Pembangunan Desa dan Kelurahan.
Program itu tidak hanya mendukung pembentukan kelompok usaha baru tetapi juga pengembangan usaha yang telah berjalan. Di Kecamatan Soyojaya sendiri tercatat telah terbentuk 138 kelompok usaha ekonomi produktif sejak 2020, yang terdiri dari kelompok perempuan, pemuda, serta kelompok usaha masyarakat lainnya.
Selain dukungan usaha produktif, sebagian anggaran BKK juga dialokasikan untuk perlindungan sosial melalui program BPJS Ketenagakerjaan, yang saat ini telah menjangkau puluhan ribu pekerja sektor informal di Morowali Utara.
Baca Juga: BPKP Sulteng Kawal Progres Revitalisasi Kawasan Elevated Road Silabeta
Ketua TP-PKK Morowali Utara yang juga Anggota DPD RI Daerah Pemilihan Sulawesi Tengah, Febriyanthi Hongkiriwang, menilai program BKK menjadi inovasi daerah yang memberikan dampak langsung bagi ekonomi keluarga di desa. Ia menekankan bahwa pemberian bantuan dalam bentuk peralatan usaha dinilai lebih efektif dibanding bantuan uang tunai karena dapat langsung digunakan untuk menjalankan usaha.
"Program ini membantu lahirnya usaha-usaha baru di desa sehingga dapat menambah penghasilan keluarga. Karena itu bantuan diberikan dalam bentuk peralatan agar benar-benar dimanfaatkan untuk kegiatan usaha," ujarnya.
Febriyanthi juga mengajak para penerima manfaat untuk menjaga dan mengelola bantuan yang diberikan agar usaha yang dijalankan dapat berkembang dan berkelanjutan. Kegiatan penyerahan bantuan tersebut dirangkaikan dengan Safari Ramadan dan buka puasa bersama antara pemerintah daerah dan masyarakat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....