Program SEHAT Indonesia-Kanada Sejalan Dengan Program BERANI Sehat

  • 06 Mar 2026 15:17 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) merupakan kolaborasi Pemerintah Indonesia dan Pemerintah Kanada untuk mendorong pencapaian target pembangunan kesehatan, khususnya peningkatan hasil dan pemenuhan hak kesehatan serta kesehatan dan hak reproduksi seksual (SRHR) bagi perempuan dan remaja putri di wilayah sasaran.

Di Sulawesi Tengah, program ini menyasar Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, Sigi dan Donggala, dengan fokus pada kelompok perempuan dan remaja putri yang rentan.

Gubernur Sulawesi Tengah di Wakili Sekretaris Daerah Provinsi Sulawesi Tengah Novalina mengapresiasi Program SEHAT, karena dinilai sejalan dengan program unggulan daerah, BERANI Sehat, yang keduanya sama-sama bertujuan meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara optimal.

“Kita sudah di jalur yang tepat dan kolaborasi ini yang mesti lebih diperkuat,” ujar Sekprov Novalina saat peluncuran Program Strengthening Equitable Healthcare Access at Target Region (SEHAT) di Ruang Polibu, Rabu 4 Maret 2026 pagi.

Program SEHAT didanai pemerintah Kanada dan berdurasi selama tujuh tahun. Dalam pelaksanaannya, Pemerintah Kanada menunjuk lembaga internasional Cowater yang bekerjasama dengan organisasi perempuan Aisyiyah dan Persatuan Keluarga Berencana Indonesia (PKBI).

Pemerintah Kanada sendiri sangat konsen terhadap penguatan layanan kesehatan masyarakat di sektor primer seperti Puskesmas dan Pustu, lewat peningkatan infrastruktur medis dan kapasitas tenaga kesehatan.

Penguatan di sektor tersebut, kata Sekprov Novalina menjadi fondasi penting mewujudkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata.

Harapannya, supaya masyarakat tidak langsung buru-buru ke rumah sakit rujukan untuk mengobati keluhan penyakit yang sebenarnya cukup ditangani di puskesmas.

“Mohon kiranya program ini diberi dukungan penuh,” imbuhnya agar pelayanan puskesmas semakin baik dan setara, sebagai solusi agar penumpukan pasien tidak terjadi lagi di rumah sakit rujukan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....