Kabid Penmad Kemenag Sulteng Dorong Implementasi KBC di MTsN 1 Banggai
- 06 Mar 2026 12:36 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Banggai - Kepala Bidang Pendidikan Madrasah (Penmad) Kanwil Kementerian Agama Sulawesi Tengah, H. Muh. Syamsu Nursi, mendorong implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) di Madrasah Tsanawiyah Negeri (MTsN) 1 Banggai. Hal tersebut disampaikannya saat kegiatan Implementasi dan Penguatan Kurikulum Berbasis Cinta di madrasah tersebut, Kamis 5 Maret 2026.
Dalam sambutannya, Syamsu Nursi menekankan pentingnya penanaman nilai-nilai humanis dalam proses pendidikan di madrasah. Menurutnya, penguatan karakter peserta didik harus dibangun melalui sikap saling menghargai, moderasi beragama, serta kepedulian terhadap lingkungan sekolah.
“Kita harus terus menanamkan nilai-nilai humanis kepada peserta didik. Sikap saling menghargai, moderasi beragama, serta mencintai lingkungan madrasah harus menjadi bagian penting dalam proses pendidikan,” ujarnya.
Ia menjelaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kebijakan Kementerian Agama yang tertuang dalam Keputusan Menteri Agama (KMA) Nomor 1503 Tahun 2025. Melalui kebijakan tersebut, seluruh madrasah diharapkan dapat mengintegrasikan nilai kasih sayang, empati, dan toleransi dalam kegiatan pembelajaran.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini merupakan instruksi langsung dari Menteri Agama melalui KMA Nomor 1503 Tahun 2025. Karena itu seluruh madrasah diharapkan dapat mengimplementasikannya secara optimal dalam proses pembelajaran,” jelasnya.
Menurutnya, guru memiliki peran strategis sebagai ujung tombak dalam penerapan kurikulum tersebut. Guru diharapkan mampu menciptakan suasana belajar yang hangat, menyenangkan, serta bebas dari rasa takut bagi peserta didik.
“Dalam Kurikulum Berbasis Cinta, guru dituntut menyampaikan materi dengan pendekatan yang penuh kasih sayang sehingga peserta didik dapat belajar dengan nyaman dan tanpa tekanan,” tambahnya.
Sementara itu, Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Banggai, H. Suardi Kandjai, menyampaikan bahwa program Kurikulum Berbasis Cinta menitikberatkan pada tiga pilar utama, yakni nilai kasih sayang, toleransi, dan empati sebagai fondasi dalam membangun lingkungan pendidikan yang harmonis.
Ia menilai nilai-nilai tersebut sangat penting untuk ditanamkan dalam proses pendidikan guna menciptakan suasana belajar yang damai dan saling menghargai di lingkungan madrasah.
“Kurikulum Berbasis Cinta ini memiliki nilai yang sangat luar biasa. Jika nilai kasih sayang benar-benar diterapkan dalam sebuah satuan pendidikan, maka tidak akan ada permusuhan yang terjadi di dalamnya,” ujarnya.
Suardi juga berharap implementasi KBC tidak hanya diterapkan kepada peserta didik, tetapi juga menjadi budaya bagi para guru dan tenaga kependidikan di lingkungan sekolah.
Melalui penguatan Kurikulum Berbasis Cinta ini, diharapkan madrasah dapat menjadi ruang belajar yang aman, nyaman, dan ramah anak, sekaligus mampu membentuk generasi yang berakhlak, toleran, dan siap menyongsong Generasi Emas Indonesia 2045.
Kegiatan tersebut mengusung tema “Mewujudkan Ekosistem Pendidikan yang Humanis, Inklusif dan Ramah Anak Menuju Generasi Emas 2045”. Turut hadir dalam kegiatan tersebut Pengawas Madrasah Rahmat Lasaka sebagai pemateri teknis Kurikulum Merdeka terintegrasi KBC, Kepala MTsN 1 Banggai, serta 56 tenaga pendidik di lingkungan madrasah tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....