Efisiensi Anggaran Tekan Sektor Perhotelan, Kreativitas Jadi Kunci Utama
- 01 Mar 2026 09:13 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Kebijakan efisiensi anggaran yang diterapkan Pemerintah turut berdampak pada sektor perhotelan dan restoran di Sulawesi Tengah. Hal ini menuntut pelaku usaha di sektor tersebut untuk lebih kreatif dalam mencari sumber pemasukan alternatif guna menjaga keberlangsungan bisnis.
Ketua Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Sulteng Ferry Taula menyebut, pemasukan yang diperoleh dari industri perhotelan didominasi oleh aktivitas MICE (Meeting, Incentive, Convention, Exhibition). Sekitar 60 hingga 70 persen pendapatan dari kegiatan rapat di hotel didominasi oleh agenda-agenda instansi pemerintahan.
"Sehingga saat pemerintah mengeluarkan kebijakan efisiensi anggaran, khususnya pengurangan kegiatan rapat, hal ini jelas sangat berdampak pada hotel," ujar Ferry saat mengisi program Pro 1 RRI Palu "Palu Menyapa: Tantangan Wisata di Bulan Ramadan", Jumat 27 Februari 2026.
Untuk mengatasi hal tersebut, ia pun mendorong industri perhotelan untuk melakukan perluasan pangsa pasar dalam penggunaan jasa hotel. Salah satunya adalah memperluas fokus penjualan kepada indvidual atau wisatawan.
Pihak hotel diharapkan mampu menciptakan paket-paket insentif yang menarik bagi pelancong, baik dari skala lokal, pelaku bisnis, maupun wisatawan mancanegara.
"Jadi paket-paket itu atau insentif-insentif yang akan diberikan kepada pasar itu dapat menyasar individual atau turisme, wisatawan-wisatawan, baik lokal, bisnis, maupun mancanegara," ucapnya.
Ferry juga menekankan bahwa industri perhotelan memiliki ekosistem yang luas karena di dalamnya terdapat berbagai unit usaha mikro seperti layanan laundry, kafe, hingga restoran. Hal ini menjadikan sektor perhotelan sebagai industri yang tidak hanya padat modal, tetapi juga sangat padat karya.
"Walaupun memang padat modal tapi, tapi sektor ini juga sekaligus padat karya. Jadi, jumlah serapan tenaga kerja di sektor hotel dan restoran itu sangat besar, karena melibatkan ekosistem usaha yang luas," kata Ferry.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....