Setahun Kepemimpinan Gubernur, Pengamat Apresiasi Capaian Program BERANI
- 27 Feb 2026 15:22 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pengamat kebijakan publik Universitas Tadulako, Prof. Dr. Irwan Waris, M.Si, menilai program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Tengah dalam satu tahun kepemimpinan berjalan cukup baik. Program prioritas seperti Berani Cerdas dan Berani Sehat disebutnya telah dirasakan manfaatnya oleh masyarakat.
Menurut Irwan, implementasi program sejauh ini menunjukkan progres positif terutama di sektor pendidikan dan kesehatan. Ia menilai beasiswa bagi mahasiswa melalui Berani Cerdas telah membantu masyarakat kurang mampu.
“Sejauh ini saya lihat berjalan dengan baik. Terutama Berani Cerdas, beasiswa yang diberikan kepada mahasiswa sudah dinikmati oleh masyarakat,” ucapnya saat dikonfirmasi melalu sambungan telepon pada Jumat, 27 Februari 2026.
Ia menambahkan, meski berjalan baik, sejumlah aspek tetap perlu dibenahi agar program lebih efektif dan efisien. Evaluasi berkala dinilai penting untuk memastikan program tepat sasaran dan berkelanjutan.
Baca Juga: Refleksi Satu Tahun, Wagub Sulteng Soroti Capaian Program Berani Sehat
Terkait Berani Sehat, Irwan menyebut program tersebut menjadi salah satu kebutuhan mendasar masyarakat selain pendidikan dan lapangan kerja. Ia menilai skema pembiayaan layanan kesehatan oleh Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah telah memperkuat program nasional BPJS Kesehatan.
“Yang penting rakyat Sulawesi Tengah bisa berobat dan pembiayaannya ditanggung pemerintah provinsi. Itu saya kira sudah terlaksana dengan baik,” ucapnya
Meski demikian, ia mengingatkan pentingnya peningkatan kualitas pelayanan di fasilitas kesehatan. Menurutnya, puskesmas dan rumah sakit rujukan harus terus dibenahi agar pelayanan yang diterima masyarakat sejalan dengan pembiayaan yang telah ditanggung pemerintah.
Baca Juga: Pengamat: Command Center Perlu Disosialisasikan Secara Masif
Irwan juga menyoroti capaian Berani Sehat yang belum menyentuh target 99 persen dan masih berada di kisaran 94 persen. Ia menilai tantangan utama terdapat pada wilayah terpencil dan terisolir yang akses kesehatannya masih terbatas.
“Yang harus diperbaiki terutama kawasan terpencil dan terisolir. Jangan sampai program ini hanya menjangkau wilayah dengan sarana transportasi memadai,” ucapnya.
Ia mengusulkan pembentukan satuan tugas kesehatan yang dapat memonitor secara langsung kondisi masyarakat di wilayah terpencil. Satgas tersebut diharapkan mampu bergerak cepat, melakukan sosialisasi dari kampung ke kampung, serta memastikan tidak ada warga yang luput dari layanan kesehatan.
Menurutnya, penguatan di daerah terpencil menjadi kunci untuk meningkatkan capaian program Berani Sehat ke depan. Dengan pengawasan dan respons cepat, pemerintah daerah diharapkan mampu memastikan seluruh masyarakat Sulawesi Tengah memperoleh akses layanan kesehatan secara merata.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....