Penentuan SPPG Diharapkan Mempertimbangkan Jarak dan Mobilitas
- 27 Feb 2026 14:23 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pelaksanaan Makan Bergizi Gratis atau MBG saat ini tetap berjalan di bulan Ramadan 1447 Hijriyah. Termasuk di SMA Negeri 2 Palu, yang menjadi sekolah pertama di Kota ini yang menjalankan program prioritas tersebut.
Kepala SMA Negeri 2 Palu Edi Siswanto menyebut, pada minggu pertama pelaksanaaan belajar mengajar di sekolah saat Ramadan, penyaluran MBG berjalan lancar. Namun diakui pelaksanaannya dalam bentuk rapel, sehingga siswa mendapat MBG untuk tiga hari yang dibagikan dalam satu waktu.
"Untuk menu di sekolah kamu yang baru-baru hadir adalah roti, telur, kacang, susu dan kurma, dikemas secara khusus dan diakumuliasi untuk 3 hari," ujar Edi saat ditemui di SMA Negeri 2 Palu, Rabu 25 Februari 2026.
Ditambahkan, tidak ada kendala berarti saat penyaluran MBG di bulan Ramadan. Hal ini dikarenakan guru dan murid telah memahami alur distribusi tersebut.
"Selama MBG berjalan selalu dalam pengawasan guru serta petugas yang kami siapkan untuk mendistribusikan MBG ke peserta didik, yang dipantau oleh wali kelas masing-masing," tuturnya.
Meski demikian, ia memiliki kekhwatarian terhadap distribusi MBG pasca Ramadan. Hal ini dikarenakan jarak yang cukup jauh antara sekolah dan SPPG, serta kendaraan operasional yang belum mampu memuat seluruh makanan dalam sekali antar.
"Jika SPPG terdahulu mendistribusikan MBG dalam satu kali antar, SPPG baru ini memerlukan beberapa kali antar karena kendaraan untuk operasional yang mereka gunakan cukup kecil," ucapnya.
Dijelaskan, bersama SPPG terdahulu, kendaraan operasional yang digunakan memadai untuk mengantar makanan dalam sekali antar. Terlebih, terdapat 1400 murid penerima manfaat dari sekolah ini.
Guna mengantisipasi hal tersebut, pihaknya telah menjalin koordinasi dengan SPPG terkait, agar penyaluran MBG dapat berjalan optimal. Namun, ia tetap berharap agar penentuan SPPG di setiap sekolah dapat disesuaikan dengan jarak sekolah dan mobilitas.
Hal ini menurutnya penting dilakukan, guna memastikan kualitas gizi makanan tetap terjaga hingga ke tangan siswa tanpa terkendala waktu distribusi.
"Kami berharap sekiranya pemerintah, khususnya pengelola SPPG, agar mempertimbangkan kembali jarak, efektif, dan efisiensinya," harapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....