Pemkab Banggai Akan Membangun Waduk Atasi Kekeringan
- 27 Feb 2026 04:37 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Banggai - Pemerintah Kabupaten Banggai akan mengupayakan pembangunan waduk untuk mengatasi dampak kekeringan yang terjadi di sejumlah areal persawahan di daerah ini. Rencana tersebut mencuat dalam Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Tahap II yang digelar di lapangan Desa Cendana Pura, Kecamatan Toili, Kamis, 26 Februari 2026.
Pembangunan waduk dinilai sebagai solusi jangka panjang untuk menjawab persoalan krisis air yang kerap melanda sentra-sentra produksi padi.
Ancaman kekeringan di wilayah Kecamatan Toili, Toili Jaya, Moilong, hingga Toili Barat dikhawatirkan berdampak langsung terhadap produktivitas pertanian serta ketahanan pangan daerah. Sejumlah camat dalam forum tersebut melaporkan kondisi sawah yang mulai terdampak akibat berkurangnya debit air irigasi.
Camat Moilong Ihwan Ahmad menyampaikan, krisis air untuk kebutuhan irigasi telah memengaruhi sedikitnya 1.255 hektare lahan persawahan di wilayahnya. Kondisi ini memaksa petani mencari alternatif sumber air demi menyelamatkan tanaman mereka.
Sejauh ini, para petani masih mengandalkan pompa air alkon untuk mengairi sawah. Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu menjadi solusi permanen, mengingat keterbatasan sumber air dan biaya operasional yang cukup besar.
Menanggapi hal itu, Bupati Banggai Amirudin menegaskan bahwa pembangunan waduk akan menjadi salah satu prioritas pemerintah daerah ke depan.
“Kita harus mengambil langkah berani di tahun depan. Orang banyak mengeluh tentang air, karena debitnya yang terus berkurang. Maka, solusi terbaik adalah bagaimana kita membuat waduk,” ujar Bupati Amirudin.
Hal senada disampaikan Wakil Ketua I DPRD Banggai I Putu Gumi saat membacakan pokok-pokok pikiran DPRD hasil reses. Ia menilai kebutuhan air di wilayah dataran Toili sudah mendesak sehingga membutuhkan intervensi serius pemerintah daerah.
“Hari ini memang kebutuhan airnya tidak mencukupi sehingga membutuhkan kreativitas pemerintah daerah untuk membangun embung atau memanfaatkan danau yang ada di Desa Mekarsari, atau membuat bendungan yang besar untuk mengairi persawahan di daerah tersebut. Demikian juga di kecamatan-kecamatan lain,” ujar I Putu Gumi.
Selain persoalan kekeringan, Musrenbang RKPD Tahap II juga membahas sejumlah usulan prioritas lain, seperti penguatan infrastruktur dan konektivitas wilayah melalui perbaikan jalan dan jembatan, normalisasi sungai, rehabilitasi sarana pendidikan, hingga rencana pembangunan rumah sakit tipe C di wilayah dataran Toili yang ditargetkan mulai direalisasikan pada 2027.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....