Pemkot Palu dan Myanmar Perkuat Kerja Sama Penanganan Pasca Bencana
- 26 Feb 2026 13:26 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Wali Kota Palu yang diwakili oleh Pelaksana Tugas (Plt.) Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Palu, Rahmad Mustafa, menerima kunjungan delegasi dari Myanmar. Pertemuan tersebut berlangsung di ruang rapat Bantaya Kantor Wali Kota Palu, Rabu, 25 Februari 2026.
Kunjungan tersebut difasilitasi oleh World Bank sebagai upaya memperkuat kerja sama dan pertukaran pengalaman antarnegara, khususnya dalam penanganan pasca bencana. Plt. Asisten Rahmad Mustafa menyampaikan apresiasi atas kunjungan delegasi tersebut.
Ia mengatakan, Pemerintah dan masyarakat Kota Palu merasa terhormat menerima kedatangan delegasi dari Myanmar.
“Kunjungan ini merupakan kehormatan besar bagi Kota Palu, karena kami memandang Myanmar sebagai negeri yang memiliki kemiripan terkait tingkat kerentanan bencana dengan Kota Palu,” ujar Plt. Asisten.
Menurutnya kunjungan yang difasilitasi oleh Bank Dunia ini menjadi simbol sekaligus komitmen untuk saling memperkuat hubungan antara dua kota dari dua negara, khususnya dalam bidang rehabilitasi dan rekonstruksi serta penguatan komunitas pasca bencana. Ia juga menyampaikan bahwa Kota Palu terus bergerak menuju kota global yang tangguh, inklusif, dan berkelanjutan.
Baca Juga: Kota Palu Raih Penghargaan Menuju Kota Bersih dari Menteri Lingkungan Hidup
Sejak peristiwa besar gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi, Kota Palu perlahan bangkit melalui berbagai program rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana (R3P). Rahmad berharap melalui pertemuan ini, Pemerintah Kota Palu dan delegasi Myanmar dapat saling berbagi praktik baik.
Ia menyebut praktik baik mulai dari strategi pembangunan hunian tetap (huntap), pemulihan infrastruktur vital, hingga penguatan ketahanan masyarakat melalui kolaborasi lintas pihak.
“Semoga kedatangan delegasi dari Myanmar dapat dimanfaatkan untuk saling belajar, memahami tantangan spesifik di masing-masing wilayah, sehingga pengalaman tersebut menjadi pembelajaran berharga dalam membangun kawasan yang lebih tangguh terhadap bencana,” ucapnya.
Dalam kesempatan tersebut, Rahmad juga menjelaskan bahwa Kota Palu saat ini terus menguatkan narasi ketangguhan (resilience). Ia menegaskan bahwa Kota Palu tidak lagi diposisikan sebagai korban bencana, melainkan sedang bertransformasi menjadi “laboratorium bencana” yang menjadi tempat pembelajaran terkait penanganan bencana dan pembangunan kembali yang lebih aman.
Beberapa upaya yang telah dilakukan antara lain pembangunan hunian tetap yang tidak hanya menjadi tempat tinggal, tetapi juga dirancang aman secara geologis. Selain itu, pembangunan infrastruktur tahan gempa seperti jembatan, rumah sakit, dan sekolah kini menggunakan standar keamanan yang lebih tinggi.
Baca Juga: Melalui Berani Berbagi, Wagub Sulteng Dorong Tingkatkan Kepedulian Sosial
Pemerintah Kota Palu juga terus mendorong pemahaman tata ruang berbasis risiko bencana, termasuk penetapan zona rawan bencana atau zona merah yang tidak lagi diperbolehkan untuk pembangunan baru. Rahmad menilai bahwa Myanmar dan Indonesia, khususnya Kota Palu, memiliki kemiripan risiko bencana geologis.
Karena itu, ia berharap pertemuan ini menjadi ruang diskusi dua arah untuk menemukan solusi praktis dalam penanganan pasca bencana di kawasan Asia Tenggara.
“Sebagai penutup, sekali lagi kami mengucapkan selamat datang di Kota Palu. Semoga kunjungan ini membawa kesan mendalam dan berkembang menjadi persahabatan yang abadi, sekaligus menjadi awal dari kerja sama yang lebih erat dan berkelanjutan di masa mendatang,” ucapnya.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....