MUI Kota Palu Tegaskan Ramadan tanpa Sweeping, Utamakan Toleransi Umat Beragama
- 25 Feb 2026 13:00 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu menegaskan bahwa bulan suci Ramadan harus dijalani dengan semangat pengendalian diri dan toleransi, bukan dengan tindakan sweeping terhadap masyarakat maupun pelaku usaha.
Ketua MUI Kota Palu, Prof Zainal Abidin, saat dikonfirmasi RRI Rabu, 25 Februari 2026, menyatakan dukungannya terhadap imbauan MUI Pusat agar tidak dilakukan sweeping selama Ramadan. Menurutnya, puasa pada hakikatnya adalah latihan menahan diri.
Ia menjelaskan, makna puasa bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, tetapi juga menahan emosi serta tindakan yang dapat menimbulkan konflik. Karena itu, aksi penyisiran terhadap warga yang tidak berpuasa atau warung yang tetap buka dinilai tidak mencerminkan nilai ibadah Ramadan.
Prof Zainal menegaskan, Indonesia adalah negara yang majemuk dengan beragam agama dan latar belakang. Dalam konteks tersebut, sikap saling menghormati dan menghargai menjadi hal utama yang harus dikedepankan.
Menurutnya, tidak semua orang menjalankan ibadah puasa. Ada warga non-muslim maupun mereka yang memiliki alasan tertentu sehingga tidak berpuasa. Selain itu, pelaku usaha yang membuka warung umumnya memiliki alasan ekonomi untuk mencari nafkah.
Ia mengingatkan, tindakan sweeping justru berpotensi menimbulkan ketegangan sosial dan tidak sejalan dengan ajaran Islam yang menjunjung tinggi akhlak serta kedamaian.
MUI Kota Palu mengajak seluruh masyarakat untuk berjiwa besar dan menjaga suasana Ramadan tetap aman serta kondusif. Dengan mengedepankan toleransi dan pengendalian diri, nilai ibadah puasa diharapkan dapat dijalankan dengan lebih khusyuk di tengah keberagaman masyarakat.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....