STAH Dharma Sentana Dukung Kebutuhan SDM Pariwisata Sulteng

  • 25 Feb 2026 08:18 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Menyambut pengembangan sektor pariwisata yang semakin terbuka ke pasar internasional, Sekolah Tinggi Agama Hindu (STAH) Dharma Sentana Sulawesi Tengah melakukan audiensi strategis dengan Dinas Pariwisata Provinsi Sulawesi Tengah, Selasa 24 Februari 2026.

Pertemuan yang dipimpin Ketua STAH, Agus Budi Wirawan, dan diterima langsung Kepala Dinas Pariwisata Sulteng, Diah Agustiningsih, membahas penguatan sumber daya manusia (SDM) pariwisata yang kompeten dan tersertifikasi.

Dr. Agus menegaskan bahwa STAH tengah bertransformasi menuju status Institut dan berkomitmen mencetak lulusan yang adaptif terhadap kebutuhan industri. Melalui Program Studi Pariwisata Budaya dan Keagamaan (PBK), kampus menyiapkan mahasiswa yang tidak hanya memahami teori, tetapi juga memiliki kesiapan praktik di lapangan.

“Kami ingin lulusan mampu bersaing dan benar-benar siap masuk ke dunia kerja, terutama di sektor hospitality dan kepemanduan wisata yang saat ini sangat dibutuhkan,” ujarnya.

Sementara itu, Kadispar Sulteng, Diah Agustiningsih menyampaikan bahwa rencana pembukaan rute penerbangan internasional Palu–Bouanco pada April mendatang menjadi momentum penting. Namun, menurutnya, kesiapan SDM menjadi faktor kunci agar peluang tersebut memberi dampak maksimal bagi daerah.

“Kita tidak boleh hanya siap di destinasi, tetapi juga harus siap pada manusianya. SDM pariwisata harus memiliki kompetensi dan sertifikasi agar mampu memberikan pelayanan profesional kepada wisatawan mancanegara,” tegasnya.

Dinas Pariwisata saat ini tengah memproses pembentukan Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) untuk mendukung uji kompetensi pemandu wisata. Mahasiswa didorong untuk memanfaatkan peluang tersebut sebagai bagian dari peningkatan kapasitas diri.

Diskusi juga menyoroti pentingnya kolaborasi lima unsur pengembangan pariwisata, yakni pemerintah, akademisi, masyarakat, dunia usaha, dan media. Peran generasi muda dinilai sangat strategis dalam promosi digital, terutama melalui pemanfaatan media sosial dan teknologi berbasis kecerdasan buatan.

STAH Dharma Sentana pun mengusulkan penguatan kerja sama melalui program Praktik Kerja Lapangan (PKL), PPL terintegrasi, serta penelitian bersama dalam pengembangan destinasi wisata desa dan kawasan budaya lokal.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....