Dukung Berani Sehat, Pemprov Sulteng Siapkan Sarana PPDS Untad

  • 13 Feb 2026 19:55 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Peluncuruan Progran Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedahm Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam di Universitas Tadulako dinilai menjadi momentum strategis bagi penguatan pelayanan kesehatan di Sulawesi Tengah. Dalam mendukung program ini, Untad juga berkomitmen untuk memperkuat mutu akademik dan kompetensi dosen guna menghasilkan lulusan yang kompetitif.

Hal tersebut diungkapkan Rektor Untad Prof. Dr. Ir. Amar, S.T., M.T., IPU., ASEAN Eng. saat peluncuran Program Pendidikan Dokter Spesialis (PPDS) Ilmu Bedah, Obstetri dan Ginekologi, serta Ilmu Penyakit Dalam pada Kamis 13 Februari 2026 di Aula Fakultas Kedokteran Untad. Agenda ini turut dihadiri oleh Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido dan Wakil Menteri Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Wamendiktisaintek), Prof. Dr. Fauzan, M.Pd secara daring.

Prof. Amar mengungkapkan, penyelenggaraan PPDS harus diiringi penguatan mutu akademik, peningkatan kompetensi dosen, serta kolaborasi erat antara universitas, rumah sakit, pemerintah daerah, dan organisasi profesi. Keberhasilan program ini, tambahnya, akan diukur dari kualitas lulusan yang mampu menjawab kebutuhan layanan kesehatan masyarakat serta mendukung pemerataan tenaga dokter spesialis di Indonesia Timur.

“Launching hari ini bukanlah garis akhir, melainkan titik awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan dokter spesialis yang unggul secara keilmuan dan luhur dalam pengabdian,” ucapnya.

Sementara itu, Wakil Gubernur Sulawesi Tengah, dr. Reny A. Lamadjido, menegaskan dukungan penuh pemerintah provinsi baik secara moral maupun penyediaan sarana prasarana. Pembukaan PPDS di Untad dinilai sangat selaras dengan visi daerah melalui program unggulan “Berani Sehat” dan “Berani Cerdas”.

“Pemerintah Provinsi siap mendukung sarana dan prasarana untuk PPDS ini,” ujarnya.

Kehadiran program ini diharapkan mampu memangkas ketimpangan distribusi tenaga medis spesialis yang selama ini masih sangat dibutuhkan di berbagai pelosok Sulawesi Tengah. Selain fasilitas, Pemprov juga menyatakan kesiapan membantu pembiayaan pendidikan sebagai investasi jangka panjang bagi kualitas layanan kesehatan publik.

Komitmen Pemprov selaras dengan harapan dari Wamendiktisaintek RI, Prof. Dr. Fauzan, M.PI yang mendorong Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah untuk berperan aktif dalam mendukung pengembangan program melalui pembiayaan pendidikan, pemberian insentif, serta penguatan rumah sakit pendidikan milik pemerintah daerah. Menurutnya, peluncuran tiga PPDS ini selaras dengan program nasional percepatan pemenuhan tenaga medis spesialis dan subspesialis.

“Peluncuran PPDS FK Untad merupakan capaian nyata dalam program akselerasi pemenuhan dan distribusi tenaga medis spesialis di Indonesia untuk mewujudkan Asta Cita dan Indonesia Emas 2045,” tuturnya.

Terdapat tiga target utama yang ingin dicapai dalam peluncuran tiga PPDS tersebut, yakni ketersediaan tenaga kesehatan dalam jumlah yang cukup, distribusi yang merata, serta penguatan kolaborasi antar-institusi pendidikan kedokteran guna mendukung visi Indonesia Emas 2045.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....