Perlindungan Pekerja Perempuan Jadi Fokus GAPKI Sulawesi
- 11 Feb 2026 14:08 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (GAPKI) Cabang Sulawesi menggelar pertemuan pemangku kepentingan dan lokakarya perlindungan pekerja sawit perempuan di Sulawesi dengan mengangkat tema “Sulawesi Bergerak Bersama Sawit Ramah Pekerja Perempuan”, Rabu (11/2). Kegiatan ini menjadi ruang kolaborasi antara dunia usaha, pemerintah, dan para pemangku kepentingan untuk memperkuat komitmen menciptakan lingkungan kerja yang aman, adil, dan inklusif bagi perempuan di sektor perkebunan sawit.
Ketua GAPKI Cabang Sulawesi, Dony Yoga Perdana, menyampaikan bahwa GAPKI bersama Organisasi Perburuhan Internasional (ILO) serta sejumlah pihak terkait telah mempromosikan perlindungan pekerja perempuan melalui berbagai inisiatif. Salah satunya penyusunan Panduan Praktis Perlindungan Pekerja Perempuan di Perkebunan Sawit yang diluncurkan pada 2021.
“Panduan ini menjadi langkah awal untuk mendorong pemenuhan hak perempuan sesuai standar nasional dan internasional. Selain itu, GAPKI dan ILO juga berperan aktif dalam pelatihan pencegahan kekerasan dan pelecehan di tempat kerja, serta pengembangan panduan berbasis prinsip-prinsip dasar ILO,” jelasnya.
Menurut Dony, penguatan kapasitas pekerja perempuan perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan perusahaan, pemerintah daerah, serta organisasi masyarakat sipil agar memahami dan menerapkan prinsip-prinsip perlindungan secara konsisten. Melalui kegiatan ini, diharapkan tercipta komunikasi yang konstruktif untuk meningkatkan kualitas perlindungan pekerja perempuan di perkebunan sawit Sulawesi, sekaligus mendorong terciptanya lingkungan kerja yang manusiawi, adil, dan berkeadilan.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan meningkatkan praktik bisnis yang bertanggung jawab dan berkelanjutan, khususnya dalam pemenuhan hak-hak pekerja perempuan di sektor sawit. Selain itu, forum ini menjadi sarana berbagi pengetahuan dan menyebarluaskan panduan praktis kepada manajemen perusahaan serta pemangku kepentingan lainnya seperti pemerintah, serikat pekerja, dan pelaku usaha lainnya.
“Semoga kegiatan ini membawa dampak positif dan mempengaruhi keadaan ke arah yang lebih baik. Kami juga menyampaikan terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung terselenggaranya acara ini,” ujarnya.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tengah yang diwakili oleh Plh. Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Sulawesi Tengah, Firdaus K, menyampaikan apresiasi kepada GAPKI Cabang Sulawesi atas komitmennya mendorong industri kelapa sawit yang berkelanjutan, inklusif, dan berkeadilan.
Ia menegaskan bahwa sektor kelapa sawit merupakan sektor strategis yang berkontribusi besar terhadap perekonomian daerah dan penyerapan tenaga kerja. Dalam konteks tersebut, peran perempuan tidak terpisahkan dari rantai produksi, sehingga pemenuhan hak-hak pekerja perempuan, jaminan keselamatan dan kesehatan kerja, serta perlindungan dari diskriminasi harus menjadi prioritas.
“Sektor kelapa sawit merupakan salah satu sektor strategis yang memberikan konstribusi besar terhadap perekonomian daerah, penyerapan tenaga kerja, serta peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ujarnya.
Pemerintah Provinsi Sulawesi Tengah, lanjutnya, akan terus mendukung praktik usaha yang bertanggung jawab dan menghormati hak asasi manusia, seraya berharap lahir komitmen bersama dan langkah nyata yang dapat diimplementasikan di lapangan demi kesejahteraan dan penghargaan atas peran strategis pekerja perempuan di sektor sawit.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....