Kebakaran Dua Rumah di Garuda Palu Selatan Diduga Karena Lilin

  • 10 Feb 2026 07:19 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Kebakaran melanda dua unit rumah yang berdampak pada satu rumah kios dan satu rumah barbershop di Jalan Garuda, Kelurahan Birobuli Utara, Kecamatan Palu Selatan, Senin malam 9 Februari 2026 sekitar pukul 20.15 WITA. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut, namun kerugian ditaksir mencapai sekitar Rp300 juta.

Kronologis kejadian berdasarkan keterangan saksi dan korban di lokasi menyebutkan, api pertama kali terlihat di bagian depan rumah kios yang digunakan untuk menyimpan jeriken dan botol berisi bensin. Api dengan cepat membesar dan membakar barang-barang di dalam kios, sehingga warga sekitar segera membantu proses evakuasi.

“Saya melihat api sudah membesar saat melintas dan langsung membantu pemilik untuk menyelamatkan barang,” ujar salah seorang saksi.

Dari keterangan korban, kebakaran bermula saat korban bersama anaknya sedang memindahkan bensin dari jeriken berkapasitas 35 liter ke botol-botol kecil. Saat itu kondisi listrik padam sehingga anak korban menyalakan lilin yang kemudian diletakkan di dekat tumpukan bensin. Api diduga menyambar botol dan jeriken berisi bahan bakar, memicu ledakan kecil dan menyebabkan api cepat membesar.

Kapolsek Palu Selatan AKP Muhammad Kasim, yang ditemui di lokasi kejadian menjelaskan bahwa api dengan cepat merambat karena banyaknya bahan mudah terbakar di dalam kios, hingga kemudian menjalar ke rumah barbershop di sebelahnya.

Sekitar pukul 20.22 WITA, enam unit mobil pemadam kebakaran Kota Palu tiba di lokasi untuk melakukan pemadaman dan pendinginan. Proses pemadaman berlangsung hingga kurang lebih pukul 21.15 WITA dan api berhasil dipadamkan sepenuhnya.

Kapolresta Palu Kombes Pol Hari Rosena, melalui Kapolsek Palu Selatan menyampaikan bahwa pihak kepolisian akan menindaklanjuti pengecekan di lokasi bersama tim terkait guna memastikan penyebab pasti kebakaran secara hukum dan teknis.

Ia juga mengimbau masyarakat agar lebih berhati-hati dalam menangani bahan mudah terbakar, terutama saat menggunakan penerangan alternatif ketika listrik padam.

Hasil penyelidikan awal menunjukkan kebakaran diduga kuat dipicu kelalaian saat pengisian dan penyaluran bensin serta penggunaan lilin di dekat bahan mudah terbakar. Masyarakat diharapkan meningkatkan kewaspadaan, khususnya saat menyimpan atau memindahkan bahan bakar di dalam ruangan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....