Sampah Kiriman Ancam Mangrove Pesisir Palu
- 08 Feb 2026 05:21 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Ancaman sampah kiriman dari luar daerah bahkan luar negeri masih menjadi tantangan besar bagi kelestarian pesisir Kota Palu. Sampah tersebut kerap ditemukan menumpuk di pantai dan area mangrove, terutama saat musim angin barat.
Perwakilan Super Teen Mangrove Heroes Palu, Ista Nur Masyithah, dalam program Green Radio RRI Palu Sabtu (07/02) mengungkapkan bahwa pihaknya menemukan banyak sampah yang bukan berasal dari Palu saat melakukan aksi bersih pantai. Sampah tersebut berupa kemasan makanan hingga plastik yang diduga berasal dari kapal dan daerah lain.
“Kami menemukan banyak bungkus jajanan yang jelas tidak ada di Palu, bahkan ada yang dari luar daerah dan luar negeri,” kata Ista Nur Masyithah.
Selain kegiatan pembersihan, komunitas ini juga melakukan penanaman mangrove di kawasan bekas terdampak tsunami, salah satunya di wilayah Tondo. Sebanyak 1.500 bibit mangrove telah ditanam, namun sebagian rusak akibat angin muson barat dan timbunan sampah.
Menurut Ista, dari ratusan propagul yang ditanam, hanya sebagian kecil yang mampu bertahan. Kondisi ini menunjukkan bahwa penanaman mangrove harus dibarengi dengan pengendalian sampah agar hasilnya maksimal.
“Bukan hanya soal menanam, tapi bagaimana kawasan itu bersih dari sampah supaya mangrove bisa hidup,” ujarnya.
Ia menambahkan, kehadiran komunitas lingkungan mendapat respons positif dari masyarakat pesisir, khususnya nelayan yang merasa terbantu dengan kegiatan bersih pantai. Ke depan, Super Teen Mangrove Heroes Palu menargetkan kegiatan rutin minimal satu hingga dua bulan sekali, menyesuaikan dengan aktivitas anggota yang mayoritas masih pelajar. (MDP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....