DLH Palu Perkuat Pengendalian Sampah Pesisir
- 08 Feb 2026 04:54 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pemerintah Kota Palu terus memperkuat upaya pengendalian sampah di kawasan pesisir yang dinilai semakin kompleks, terutama akibat kiriman sampah dari daratan melalui sungai. Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Palu mencatat, sebagian besar sampah pantai bukan berasal dari aktivitas warga pesisir semata, melainkan terbawa arus sungai saat musim hujan dan angin barat.
Sekretaris Dinas Lingkungan Hidup Kota Palu, Ibnu Mundzir, SP, M.Eng,kepada RRI Sabtu (07/02) menjelaskan bahwa sekitar 80 persen sampah laut memiliki keterkaitan langsung dengan aktivitas manusia di darat. Sampah tersebut masuk ke laut melalui sungai yang berfungsi seperti “jalan tol” bagi sampah menuju kawasan pesisir.
“Di Kota Palu ini ada 11 sungai yang bermuara ke laut. Saat hujan, sampah dari daratan terbawa arus dan akhirnya menumpuk di pesisir,” ujar Ibnu Mundzir.
Menurutnya, kondisi ini menjadi tantangan serius karena berdampak langsung pada ekosistem pantai, termasuk mangrove yang sangat rentan terhadap timbunan sampah plastik. Sampah yang menutup akar mangrove dapat menghambat suplai oksigen dan mempercepat kerusakan ekosistem.
DLH Kota Palu, kata Ibnu, terus mendorong pendekatan pengelolaan lingkungan dari hulu hingga hilir. Selain pembersihan pantai, edukasi masyarakat untuk mengurangi sampah dari sumbernya serta pemanfaatan bank sampah menjadi langkah penting yang terus diperkuat.
“Solusi tidak cukup hanya membersihkan pantai. Yang paling penting adalah mengendalikan sampah dari darat, dari rumah tangga, dari hulu,” tegasnya.(MDP)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....