Etika Jurnalistik Komitmen LPM Silolangi Jaga Literasi Sehat

  • 05 Feb 2026 14:38 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Dalam diskusi Sore Ceria di PRO 2 RRI Palu, Lembaga Pers Mahasiswa (LPM) Silolangi Universitas Tadulako menekankan pentingnya menciptakan ruang digital yang aman dan inklusif. Di tengah arus informasi yang kian deras, pers mahasiswa dinilai memiliki peran strategis sebagai penjernih informasi bagi civitas akademika agar tidak terjebak dalam misinformasi dan polarisasi opini.

“Kami menghadapinya dengan tetap berpegang pada fakta dan objektivitas,” ungkap Chris Farel Ranevpratama dari LPM Silolangi.

Sebagai penulis, tim LPM Silolangi menyadari peran penting mereka dalam menjaga literasi informasi yang sehat di tengah banyaknya pro dan kontra di jagat maya. Mereka berkomitmen untuk menyajikan informasi yang seimbang agar tidak memperkeruh suasana. 

“Kami berusaha menjadi ‘titik terang’ di tengah banyaknya informasi pro-kontra di media sosial dengan menyajikan informasi yang seimbang,” jelasnya.

Terkait kebebasan berekspresi, LPM Silolangi menekankan bahwa kebebasan di ruang digital tetap harus memiliki batasan hukum dan moral. Penerapan Kode Etik Jurnalistik dijadikan landasan utama dalam setiap karya yang dipublikasikan agar informasi yang disampaikan dapat dipertanggungjawabkan serta tidak merugikan pihak lain.

Sementara itu, Siti selaku Pimpinan Redaksi LPM Silolangi mengungkapkan tantangan teknis dalam proses produksi berita, khususnya saat melakukan transkrip wawancara formal yang sering terkendala gangguan suara. Untuk meningkatkan efisiensi, redaksi memanfaatkan teknologi kecerdasan buatan (AI) sebatas membantu transkrip. 

“Kami menggunakan AI hanya untuk membantu transkrip pembicaraan yang panjang agar lebih cepat, namun tetap melalui proses pengeditan manual yang ketat,” tutupnya. 

 

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....