Dari Sampah Jadi Berkah, TPS 3R Petobo Menginspirasi
- 29 Jan 2026 20:32 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kelurahan Petobo, Kota Palu, menunjukkan hasil yang semakin positif melalui keberadaan Tempat Pengolahan Sampah Reduce, Reuse, Recycle atau TPS 3R KSM Buvu Bionga. Sampah rumah tangga yang sebelumnya hanya berakhir di tempat pembuangan akhir kini mampu diolah menjadi berbagai produk bernilai ekonomi dan ramah lingkungan.
Ketua TPS 3R KSM Buvu Bionga Petobo, Suharyadi, mengatakan sebagian besar sampah yang dikelola berasal dari rumah tangga warga di wilayah Petobo dan sekitarnya. Sampah tersebut telah dipilah sejak dari sumber, sehingga memudahkan proses pengolahan lanjutan di TPS 3R.
Suharyadi menjelaskan, sampah organik seperti sisa sayuran, kulit buah, dan sisa makanan diolah menjadi pupuk cair, pupuk padat, serta ekoenzim. Sementara itu, sampah anorganik seperti botol plastik dan kemasan minuman dimanfaatkan sebagai tabungan sampah yang memiliki nilai jual.
“Sampah anorganik bisa menjadi tabungan dan sedekah sampah, sementara sampah organik kami olah menjadi pupuk cair, pupuk padat, dan ekoenzim,” ujar Suharyadi saat berdialog pada program Green Radio di RRI.
Ia menambahkan, pengelolaan ini berdampak signifikan terhadap pengurangan sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir atau TPA. Dari total sampah yang masuk ke TPS 3R Petobo, hanya sekitar 15 hingga 20 persen yang menjadi residu dan dibuang ke TPA, sedangkan sisanya berhasil dikelola dan dimanfaatkan kembali.
Menurutnya, pengelolaan sampah anorganik juga memberikan manfaat ekonomi bagi pengelola TPS 3R dan masyarakat. Sampah yang telah dipilah dan dikumpulkan kemudian dijual melalui bank sampah induk, sehingga harga jual lebih stabil dan tidak dipermainkan oleh tengkulak.
“Pada akhir 2022, kami sempat menjual sampah anorganik dengan nilai mencapai sekitar Rp15 juta. Ini membuktikan bahwa sampah sebenarnya memiliki potensi ekonomi,” katanya.
Selain bernilai ekonomi, keberadaan TPS 3R Petobo juga memberikan dampak positif terhadap kebersihan lingkungan dan peningkatan kesadaran masyarakat. Warga secara perlahan mulai terbiasa memilah sampah dari rumah dan memahami bahwa sampah tidak selalu identik dengan masalah.
“Sampah itu bukan beban, tapi berkah kalau dikelola dengan benar,” ucapnya.
TPS 3R KSM Buvu Bionga Petobo kini menjadi salah satu percontohan pengelolaan sampah berbasis masyarakat di Kota Palu dan Sulawesi Tengah. Keberhasilan ini diharapkan dapat mendorong wilayah lain untuk menerapkan sistem pengelolaan sampah serupa guna mengurangi beban TPA dan menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan berkelanjutan. (WRM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....