Frekuensi Gempa Sulteng Meningkat di Januari 2026
- 28 Jan 2026 12:27 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Geofisika Palu mencatat terjadi peningkatan frekuensi gempa bumi di wilayah Sulawesi Tengah selama Januari 2026. Berdasarkan data BMKG, pada Desember 2025 tercatat sebanyak 221 kejadian gempa, sementara pada periode 1 hingga 27 Januari 2026 jumlah gempa meningkat menjadi 333 kejadian.
Kepala BMKG Stasiun Geofisika Palu Jati Cipto Kuncoro menjelaskan, dari total 333 kejadian gempa tersebut, tidak seluruhnya dirasakan oleh masyarakat. Sebagian besar gempa bermagnitudo kecil dan hanya terdeteksi oleh sensor seismik BMKG.
“Alat sensor yang kami miliki memang sangat peka, bahkan gempa di luar negeri seperti Jepang dan Rusia juga terdeteksi,” ujar Jati saat dikonfirmasi via telepon pada Rabu, 28 Januari 2026.
Selain itu, terdapat tujuh kejadian gempa yang dirasakan warga, dengan gempa terbesar terjadi pada 21 Januari 2026 berkekuatan 5,1 magnitudo dan dirasakan hingga wilayah Provinsi Gorontalo. Menurutnya, kondisi tersebut dipengaruhi oleh posisi Sulawesi Tengah yang dilalui sejumlah jalur sesar aktif, sehingga memiliki potensi kegempaan tinggi dan aktivitas gempa bumi relatif sering terjadi.
"Kita tinggal di daerah yang rawan akan terjadinya bencana, khususnya gempa bumi,” tuturnya.
Jati Sucipto menambahkan, tingginya frekuensi gempa selama Januari dapat disebabkan oleh proses pelepasan energi yang terjadi secara bertahap. Kondisi ini dalam beberapa situasi justru berpotensi mengurangi kemungkinan terjadinya gempa bermagnitudo besar.
BMKG mengimbau masyarakat untuk tetap tenang namun waspada, serta terus mengikuti informasi resmi dari BMKG. Masyarakat juga diminta meningkatkan kesiapsiagaan bencana, terutama di wilayah rawan gempa.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....