Penulis Muda Sigi Rekam Toleransi Masyarakat Toraja

  • 27 Jan 2026 13:12 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID,Palu - Penulis muda asal Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, Abdul Rahman, kembali menunjukkan konsistensinya dalam dunia literasi dengan meluncurkan buku ketiganya berjudul Jejak Langkah di Tanah Toraja. Buku ini lahir dari pengalaman langsung penulis saat mengikuti program KKN Nusantara Moderasi Beragama di Toraja, yang meninggalkan kesan mendalam tentang kuatnya nilai toleransi dan kebudayaan di tengah masyarakat setempat.

Dalam buku tersebut, Abdul Rahman merekam praktik nyata empat pilar moderasi beragama, yakni kebangsaan, toleransi, anti kekerasan, dan kebudayaan. Ia menyoroti bagaimana masyarakat Toraja mampu hidup berdampingan dalam perbedaan keyakinan tanpa konflik, bahkan dalam satu rumah dapat dihuni oleh anggota keluarga dengan latar agama berbeda.

Di tengah perjalanannya menulis buku ini, Abdul Rahman mengaku banyak belajar dari keseharian masyarakat Toraja.

“Saya menyaksikan langsung bagaimana toleransi bukan sekadar wacana, tetapi benar-benar dipraktikkan. Hidup serumah dengan perbedaan agama sudah menjadi hal biasa di Toraja, dan itu memberi pelajaran besar tentang kemanusiaan dan saling menghargai,” ungkap Abdul Rahman.

Selain mengangkat nilai toleransi, Jejak Langkah di Tanah Toraja juga memotret kekayaan budaya Toraja, salah satunya Rambu Solo, upacara adat yang memiliki makna mendalam dalam kehidupan sosial masyarakat. Abdul Rahman menggambarkan bagaimana adat tidak hanya dijaga oleh generasi tua, tetapi juga dihidupi oleh generasi muda sebagai bagian dari identitas dan tanggung jawab budaya.

Melalui buku ini, dirinya berharap pembaca, khususnya generasi muda, dapat melihat bahwa keberagaman adalah kekuatan yang harus dirawat. Ia menilai budaya dan adat memiliki peran penting sebagai perekat sosial yang mampu menjaga harmoni di tengah perbedaan.

Kehadiran buku Jejak Langkah di Tanah Toraja tidak hanya menjadi catatan perjalanan pribadi, tetapi juga menjadi refleksi tentang Indonesia yang majemuk tentang bagaimana nilai kebangsaan, toleransi, dan budaya dapat berjalan beriringan dalam kehidupan sehari-hari. (AL)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....