Pakaian Adat Kaili Penegas Identitas dan Kebanggaan Budaya
- 26 Jan 2026 15:52 WIB
- Palu
RRI.CO.ID,Palu - Pakaian adat tidak hanya berfungsi sebagai pelengkap penampilan, tetapi juga menjadi simbol kuat identitas dan kebanggaan budaya. Hal inilah yang terus dikampanyekan oleh para pegiat budaya Kaili, di antaranya Masriani Sukri dan Laila Bahasyuan, yang konsisten mengenakan pakaian adat Kaili dalam setiap penampilan di ruang publik.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui penggunaan busana khas Kaili seperti baju gembek, kain Kulawi, dan kain Poso. Bagi keduanya, mengenakan pakaian adat bukan sekadar pilihan estetika, melainkan bentuk tanggung jawab moral untuk memperkenalkan identitas budaya Kaili kepada masyarakat luas.
Di tengah upaya tersebut, Masriani Sukri menegaskan bahwa pakaian adat adalah bagian tak terpisahkan dari pesan budaya yang ingin disampaikan kepada publik. Ia mengatakan, setiap kali tampil di panggung atau acara resmi, dirinya sengaja memilih pakaian adat Kaili sebagai bentuk kampanye budaya yang konsisten.
"Jika pelaku seni tidak memulai, maka identitas lokal akan semakin terpinggirkan oleh budaya luar,"katanya.
Upaya ini mendapat apresiasi dari pemerintah daerah yakni dengan memberikan penghargaan atas konsistensi para pelaku seni dan budaya yang menjadikan pakaian adat sebagai bagian dari setiap penampilan. Dukungan tersebut dinilai mampu memperkuat gerakan pelestarian budaya di tengah masyarakat.
Meski demikian, tantangan masih dihadapi dalam bentuk minimnya pemahaman masyarakat terhadap pakaian adat Kaili. Tidak jarang busana Kaili kerap disalahartikan sebagai pakaian adat suku Bugis, sehingga edukasi budaya dinilai penting agar kekhasan Kaili semakin dikenal luas.
Salah satu ciri khas yang perlu diperkuat pengenalannya adalah sampolu, penutup kepala tradisional Kaili. Aksesori ini dianggap fleksibel karena dapat dipadukan dengan pakaian adat maupun busana modern, sehingga relevan digunakan generasi muda dalam berbagai kesempatan.
Masriani Sukri menambahkan, penggunaan sampulu tidak harus menunggu acara adat. Menurutnya, sampulu bisa dikenakan dalam kegiatan sehari-hari atau penampilan modern sebagai penanda identitas, sekaligus membangun kebanggaan terhadap budaya sendiri.
Jika dibandingkan dengan masa lalu, penggunaan pakaian adat dalam setiap penampilan belum menjadi keharusan. Kini, kesadaran tersebut mulai tumbuh seiring meningkatnya kampanye budaya yang digerakkan para seniman dan mendapat dukungan pemerintah. (AL)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....