Matoa, Buah Manis dari Timur Nusantara
- 26 Jan 2026 12:02 WIB
- Palu
RRI.CO.ID, Palu - Matoa dikenal sebagai salah satu buah khas Indonesia bagian timur, khususnya Papua. Bentuknya bulat lonjong dengan kulit berwarna hijau kecokelatan saat matang dan daging buah bening yang manis di baliknya.
Sekilas, matoa tampak seperti kelengkeng atau rambutan tanpa rambut. Teksturnya kenyal dengan rasa manis yang unik, perpaduan antara kelengkeng dan leci.
Pohon matoa tumbuh subur di daerah beriklim tropis, dengan tinggi mencapai belasan meter serta daun yang rindang. Saat musim panen tiba, buah matoa bergelantungan lebat di setiap ranting.
Masyarakat Papua telah lama mengenal dan mengonsumsi matoa sebagai buah harian. Buah ini sering disajikan dalam acara keluarga maupun perayaan adat, termasuk sebagai kekayaan hayati yang dibanggakan.
Selain rasa manis, matoa juga dipercaya memiliki kandungan gizi yang baik dengan vitamin dan antioksidan yang bermanfaat bagi tubuh. Konsumsi buah lokal seperti matoa menjadi pilihan sehat, sekaligus mendukung produk dalam negeri.
Melansir Hallo Sehat, salah satu khasiat utama buah matoa adalah membantu meningkatkan daya tahan tubuh. Kandungan vitamin C berperan dalam memperkuat sistem imun dan membantu tubuh melawan infeksi.
Kini, matoa tidak hanya dikenal di Papua, tapi juga mulai dibudidayakan di berbagai daerah Indonesia. Permintaan pasar yang meningkat, mendorong petani untuk menanamnya secara lebih luas hingga membuatnya semakin mudah ditemukan.
Bagi para penikmat buah, matoa menawarkan pengalaman rasa yang berbeda dengan sensasi manis alami yang menyegarkan. Buah ini menjadi alternatif menarik di antara beragam buah tropis Nusantara.
Matoa bukan sekadar buah musiman, melainkan simbol kekayaan alam Indonesia timur. Dari tanah Papua, matoa menyebarkan rasa manis yang memikat hingga ke berbagai penjuru negeri. (SA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....