Gotong Royong Warga Bersihkan Sampah Pesisir Pantai Dupa

  • 23 Jan 2026 09:43 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID,Palu - Warga masyarakat yang berdomisili di Kelurahan Layana Indah dan Dupa,kecamatan Mantikulore, Kota Palu bersama kelompok padat karya, melaksanakan kegiatan bersih-bersih di kawasan Pantai Dupa, Jumat (23/1). Kegiatan ini dilakukan sebagai respons atas menumpuknya sampah kiriman yang terbawa arus air laut, terutama sampah plastik dan potongan kayu yang mencemari area pesisir.

Aksi bersih pantai ini merupakan tindak lanjut dari instruksi Camat, Lurah setempat, serta koordinator padat karya. Masyarakat secara bergotong royong membersihkan area pantai dan mengumpulkan sampah di sejumlah titik. Sampah yang telah terkumpul selanjutnya akan diangkut oleh petugas kebersihan untuk dibawa ke tempat pembuangan akhir.

Selain aksi bersih-bersih, masyarakat juga diimbau untuk terus meningkatkan edukasi lingkungan, khususnya kepada anak-anak, terkait pemilahan sampah organik dan anorganik. Upaya ini diharapkan dapat membantu pengelolaan sampah yang lebih baik, termasuk pemanfaatan dan daur ulang sampah yang masih bernilai guna.

Tokoh masyarakat Layana,Dr. I Nyoman Slamet menyampaikan apresiasi dan dukungan penuh atas keterlibatan aktif masyarakat dalam menjaga kebersihan Pantai Dupa.

“Saya sangat mengapresiasi semangat gotong royong warga Layana Indah dan Dupa, termasuk teman-teman padat karya. Kegiatan ini bukan hanya membersihkan pantai, tetapi juga bentuk kepedulian nyata terhadap lingkungan dan masa depan laut kita,” ujar Nyoman Slamet.

Ia menegaskan bahwa masalah sampah, khususnya sampah plastik, harus menjadi perhatian bersama karena dampaknya sangat besar terhadap kesehatan lingkungan dan mata pencaharian nelayan.

“Pantai dan laut adalah sumber kehidupan masyarakat pesisir. Jika tercemar sampah, terutama plastik, maka yang terdampak pertama adalah nelayan dan generasi kita ke depan. Edukasi sejak dini tentang pemilahan sampah organik dan anorganik sangat penting,” tambahnya.

Nyoman Slamet juga berharap kegiatan seperti ini dapat dilakukan secara berkelanjutan dan menjadi budaya di tengah masyarakat.

“Membersihkan lingkungan tidak cukup sekali. Perlu kesadaran kolektif, kebiasaan membuang sampah pada tempatnya,” tutupnya. (AL)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....