Palu Menjadi Titik Temu Kedua Festival Teater Indonesia
- 07 Des 2025 14:02 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Kota Palu menjadi titik temu kedua dari penyelenggaraan Festival Teater Indonesia (FTI) 2025 setelah sebelumnya sukses dilaksanakan di Kota Medan. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo, ditandai dengan pemukulan gimba bersama Direktur FTI, Pradetya Novitri dan perwakilan penampil di gedung kesenian Kota Palu, Sabtu (6/12/2025).
Festival ini berlangsung selama tiga hari mulai 6 sampai 8 Desember 2025, dengan menampilkan lima kelompok teater dari berbagai daerah, yakni dari Sukoharjo, Lombok Barat, Yogyakarta, Bandung, dan Kota Palu. Selain penampilan teater, kegiatan ini juga dirangkaikan dengan berbagai kegiatan, mulai dari bincang karya, hingga teras FTI sebagai wadah pertemuan antar pengunjung.
Tahun ini, merupakan perhelatan pertama dari FTI yang merupakan hasil kolaborasi antara Titimangsa bersama Perkumpulan Nasional Teater Indonesia (Penastri). Kegiatan ini juga mendapatkan dukungan dari Direktorat Jenderal Pengembangan, Pemanfaatan, dan Pembinaan Kebudayaan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia (Kemenbud RI).
Baca Juga: Wawali Palu Sidak Distributor Telur Jelang Nataru
Direktur Festival Teater Indonesia, Pradetya Novitri mengatakan, festival ini digelar sebagai wadah bagi pelaku seni teater dari berbagai wilayah di Indonesia untuk menunjukkan kekayaan cerita dari masing-masing daerahnya.
"Tahun ini merupakan gelaran perdana Festival Teater Indonesia, sebagai pertemuan raya seniman dan kelompok teater dari berbagai wilayah di Nusantara membawa kekayaan cerita, bahasa, dan cara pandang masing-masing," ungkap wanita yang kerap disapa Tia itu.
Pada kesempatan itu Tia turut menyampaikan ucapan terima kasih serta apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam pelaksanaan FTI di Kota Palu. Ia juga memberikan apresiasi kepada Komunitas Seni Lobo Kota Palu, Pemerintah dan Dewan Kesenian Kota Palu yang telah menyiapkan Gedung Kesenian sehingga dapat digunakan pertama kali oleh FTI 2025.
"Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah membantu percepatan penyelesaian gedung kesenian Palu ini sehingga siap kita gunakan, karena gedung ini juga dipakai perdana oleh FTI, semoga adanya ini dapat menjadi pemantik bagi ekosistem teater di Kota Palu untuk terus berdaya dan bertumbuh," ucapnya.
Selain itu Tia juga menyebut, FTI dilaksanakan berangkat dari keyakinan bahwa teater bukan sekadar tontonan saja, melainkan dapat dijadikan sebagai ruang belajar bersama dalam menguatkan ekosistem seni teater di Indonesia.
"Dari kota ke kota FTI bergerak dengan semangat membuka akses, memperkuat jejaring dan berbagi pengetahuan dan menegaskan pentingnya saling mengenal lintas wilayah, semoga pertemuan di kota ini menjadi ruang temu, ruang tumbuh, ruang kolaborasi dan ruang untuk saling menguatkan bagi ekosistem teater," ucapnya.
Baca Juga: Masjid Raya Baitul Khairaat Siap Menampung Ribuan Jamaah
Sementara itu, Sekretaris Daerah Kota Palu Irmayanti Pettalolo saat membacakan sambutan tertulis Wali Kota Palu Hadianto Rasyid menyampaikan apresiasi serta rasa bangga atas dipilihnya Kota Palu sebagai salah satu dari empat kota dalam perjalanan FTI 2025.
“Menjadi tuan rumah penyelenggaraan Festival Teater Indonesia bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga pengakuan terhadap geliat budaya dan kreativitas masyarakat Kota Palu,” ungkapnya.
Lebih lanjut, Irmayanti menegaskan FTI merupakan ruang penting bagi pertumbuhan ekosistem seni pertunjukan di Indonesia. Festival ini menjadi ajang pertemuan antara para praktisi, pendukung, dan penonton teater yang bersama-sama merayakan kekayaan budaya bangsa melalui eksplorasi artistik.
Pada kesempatan itu Irmayanti turut menyampaikan komitmen pemerintah Kota Palu dalam mendorong perkembangan seni dan budaya sebagai bagian dari strategi pembangunan kota. Menurutnya, melalui pembangunan Gedung Kesenian menjadi salah satu bentuk nyata dukungan pemerintah Kota Palu terhadap perkembangan seni dan budaya.
"Kami membangun gedung ini sebagai tempat bagi seluruh pelaku seni untuk melakukan pertunjukan-pertunjukan berkreasi dan terus kreatif dalam mengembangkan seluruh budaya dan seni yang ada di Kota Palu," ucapnya.
Irmayanti berhadap gedung kesenian yang telah dibangun dapat dimanfaatkan secara maksimal oleh pelaku seni di Kota Palu. Ia juga berharap Kota Palu dapat memberikan pengalaman terbaik bagi seluruh peserta dan penonton, serta menjadi rumah yang hangat bagi setiap upaya kreatif yang hadir di panggung festival.
Pada gelaran perdananya, FTI mengangkat tema Sirkulasi Ilusi yang menyoroti pertemuan antara realitas dan representasi di tengah kehidupan kontemporer. Melalui tema tersebut, FTI berupaya memperluas sirkulasi gagasan, mempertemukan seniman lintas wilayah, serta memperkaya khazanah hubungan antara teks sastra dan panggung pertunjukan. (Sidik)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....