Realisasi Program Nasional, Kemendukbangga/BKKBN Dorong Kapitalisasi Bonus Demografi

  • 22 Nov 2025 12:02 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu : Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga dan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana (Kemendukbangga/BKKBN) menegaskan komitmen pemerintah dalam memperkuat program kependudukan dalam mendukung pencapaian visi Indonesia Emas 2045. Hal itu disampaikan Sekretaris Utama Kemendukbangga/BKKBN, Budi Setiyono, saat konferensi pers di Sriti Convention Hall pada Jumat (21/11/2025).

Budi menegaskan kunjungannya ke Provinsi Sulawesi Tengah bertujuan memastikan seluruh program strategis yang ditetapkan kementerian dalam mendukung visi Presiden dapat terlaksana secara optimal. Selain itu ia juga mendorong penguatan koordinasi lintas sektor termasuk unsur pentahelix seperti perguruan tinggi hingga media.

Ia menerangkan bahwa dialog dan koordinasi ini penting untuk memastikan seluruh upaya menuju Indonesia Emas 2045 selaras dan dapat dijalankan bersama. Dalam paparannya, ia menekankan pentingnya kapitalisasi bonus demografi sebagai salah satu kunci menghadapi tantangan pembangunan jangka panjang.

"Dalam upaya kita merealisasikan program astacita dan mencapai Indonesia emas itu kita menekankan pada kapitalisasi bonus demografi," ucapnya.

Baca Juga: Bawang Goreng Palu Terima Sertifikasi Indikasi Geografis

Budi menambahkan, saat ini pemerintah tengah menyiapkan berbagai strategi pembangunan yang akseleratif dengan mengambil pengalaman dari Korea Selatan yang mampu bertransformasi dari negara berkembang menjadi negara maju dalam konteks kependudukan.

Menurutnya, pemerintah telah menyusun peta jalan pembangunan kependudukan dengan 30 indikator yang mendorong seluruh sektor mempertimbangkan kebutuhan kuantitas dan kualitas penduduk secara ideal.

"Tidak boleh terlalu banyak penduduk menyebabkan ketidakmampuan serapan mereka dalam aktualisasi produktivitas lalu terjadi pengangguran atau juga sebaliknya dari segi kuantitas tidak terpenuhi jumlah yang ideal untuk kebutuhan di lapangan kerja dan capaian dan untuk kualitas seperti yang diinginkan," ungkapnya.

Selain itu ia menegaskan untuk mencapai target pertumbuhan ekonomi nasional 8 persen pada 2028-2029, berbagai indikator harus terus diperkuat. Pemerintah mendorong peningkatan partisipasi kerja perempuan, mempertahankan angka kelahiran total, serta memperluas proporsi tenaga kerja formal di berbagai sektor.

“Semua indikator ini harus bergerak bersama agar kita bisa mencapai pertumbuhan ekonomi yang ditargetkan,” ujarnya.

Ia menegaskan bahwa seluruh sektor, termasuk pemerintah daerah, harus bergerak secara terpadu untuk memenuhi standar indikator yang telah disusun. Hal tersebut, katanya, menjadi fondasi penting agar Indonesia dapat memanfaatkan bonus demografi secara maksimal menuju pertumbuhan ekonomi akseleratif di atas 8 persen. (Sidik)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....