Tak Semua Candaan Itu Lucu
- 29 Jul 2025 16:51 WIB
- Palu
KBRN,Palu : Candaan dalam pertemanan semestinya membawa tawa dan kehangatan. Namun belakangan, generasi muda mulai bersuara tentang batas antara candaan dan tindakan yang sudah masuk kategori bullying. Generasi Z (Gen-Z) menyuarakan pesan tegas: tidak semua candaan itu lucu—apalagi jika melukai mental dan harga diri seseorang.
Fenomena ini muncul seiring meningkatnya kesadaran di kalangan pelajar dan remaja tentang kesehatan mental, empati, dan pentingnya komunikasi yang sehat dalam pergaulan. Di sekolah maupun media sosial, mereka mulai membedakan mana gurauan yang wajar dan mana yang berpotensi merendahkan orang lain.
Salah satunya adalah Nofira Towulu, siswi SMK Bala Keselamatan Palu, yang aktif menyuarakan pentingnya menjaga batas dalam bercanda. Dalam wawancaranya bersama RRI PALU , ia mengungkapkan:
“Sering kali teman bercanda soal fisik, prestasi, atau kondisi keluarga, lalu bilang ‘jangan baper’. Padahal, tidak semua orang bisa menerima itu. Kita harus mulai sadar bahwa candaan yang menyakiti bukan lagi lucu, tapi bentuk kekerasan verbal.”
Fenomena ini terjadi di berbagai lingkungan remaja—baik di sekolah, komunitas, bahkan di ruang digital seperti grup chat dan media sosial. Terutama dalam dua tahun terakhir, sejak kampanye kesehatan mental semakin digaungkan di kalangan Gen-Z.
Karena banyak korban bullying tidak menyadari bahwa mereka sedang dirundung. Alasannya karena pelaku kerap berlindung di balik kata “cuma bercanda”. Sementara korban bisa mengalami tekanan psikis, kehilangan kepercayaan diri, hingga trauma jangka panjang.
Fitriani (35), seorang ibu dari dua remaja, menyambut baik kepekaan Gen-Z saat ini.
“Saya justru belajar banyak dari anak-anak zaman sekarang. Mereka lebih berani bicara soal perasaan, dan lebih peduli. Kita sebagai orang tua juga harus dukung, bukan malah menyuruh mereka diam saat disakiti dengan dalih candaan.”
Pendidikan karakter dan komunikasi asertif perlu diperkuat sejak dini. Sekolah dan orang tua diharapkan lebih aktif mengedukasi remaja tentang batas candaan yang sehat, serta memberi ruang aman bagi korban untuk bicara. Gen-Z juga mengajak teman-temannya untuk saling menjaga, bukan menjatuhkan.
“Mulai dari kita sendiri. Kalau teman salah, ingatkan dengan baik. Kita juga harus berani bilang ‘aku nggak nyaman’, tanpa takut dianggap baper,” pungkas Nofira. ( UKJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....