Palu Diguncang Gempa Tektonik M3.2 Tidak Berpotensi Tsunami
- 07 Jul 2025 15:16 WIB
- Palu
KBRN, Palu : Gempa bumi tektonik dengan magnitudo M3.2 mengguncang wilayah Palu, Provinsi Sulawesi Tengah, Senin, 7 Juli 2025 pukul 11.29 WITA. Berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG), gempa ini terjadi di darat dengan pusat episenter berada pada koordinat 0.73° LS dan 119.91° BT. Lokasi gempa berada 9 km arah tenggara dari Wani, Kabupaten Donggala, Sulawesi Tengah. Kedalaman gempa sangat dangkal, yakni hanya 2 km di bawah permukaan tanah. Guncangan ini disebabkan oleh aktivitas sesar aktif setempat yang ada di sekitar wilayah Palu dan Donggala.
Berdasarkan analisis BMKG, jenis gempa ini dikategorikan sebagai gempa bumi dangkal. Kedalaman hiposenter yang hanya 2 km membuat guncangan cukup terasa, meskipun tidak menimbulkan kerusakan serius. Mekanisme gempa menunjukkan pergerakan pada sesar lokal yang memang dikenal aktif di wilayah tersebut. Kejadian ini menegaskan bahwa wilayah Sulawesi Tengah masih sangat aktif secara tektonik.
Getaran gempa ini dirasakan oleh masyarakat di wilayah Palu dengan skala intensitas II-III MMI. Pada skala ini, getaran dirasakan nyata di dalam rumah dan terasa seperti ada truk berat yang sedang melintas. Walau demikian, belum ada laporan mengenai kerusakan bangunan atau korban akibat kejadian ini. BMKG menegaskan bahwa hasil pemodelan menunjukkan gempa ini tidak berpotensi menimbulkan tsunami. Hal ini dikarenakan lokasi gempa yang berada di darat dan magnitudo yang relatif kecil.
Hingga pukul 11.47 WITA, atau sekitar 18 menit pasca kejadian, belum terdeteksi adanya aktivitas gempa susulan. BMKG terus memantau situasi secara intensif untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya gempa lanjutan. Warga diimbau untuk tetap tenang dan tidak terpancing isu atau informasi yang belum jelas kebenarannya. Apabila terdapat kerusakan bangunan, warga diminta untuk tidak langsung kembali ke dalam rumah sebelum memastikan bangunan tersebut aman. Pemeriksaan struktur bangunan penting dilakukan untuk mencegah risiko tambahan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....