Raego, Tarian Syukur dan Kebersamaan Lindu

  • 30 Jun 2025 23:23 WIB
  •  Palu

KBRN, Sigi: Tari Raego adalah tarian tradisional kuno yang berasal dari kawasan berbukit Lindu, tepatnya di wilayah Desa Kulawi dan Pipikoro, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah. Tari ini biasanya dibawakan oleh laki-laki dan perempuan dalam formasi melingkar dengan mengenakan pakaian adat khas Lindu, dilengkapi hiasan dan ikat kepala yang khas.

Penari perempuan mengenakan haili, yaitu rok bersusun, dan atasan mengkilap berbahan satin. Sementara, penari laki-laki mengenakan pakaian adat dan ikat kepala tradisional yang disebut siga.

Yang membedakan Raego dari tarian lainnya adalah tidak adanya alat musik pengiring. Iringan tarian hanya berasal dari suara nyanyian puitis para penari yang menggunakan bahasa kuno Uma.

Syair-syair tersebut menyampaikan ungkapan syukur kepada Sang Pencipta atas limpahan hasil bumi dan kehidupan yang damai. Ini menjadikan Raego sebagai simbol spiritual dan rasa hormat pada alam.

Lingkaran dalam tarian Raego melambangkan nilai gotong royong dan persatuan masyarakat Lindu. Setiap gerakan mencerminkan keselarasan dan kebersamaan yang dijunjung tinggi.

"Tari Raego bukan sekadar pertunjukan, tapi cermin identitas dan kekuatan kebersamaan masyarakat Lindu," ujar Darwin, salah satu pegiat seni tari Raego dari Desa Anca, Kecamatan Lindu.

Raego tidak hanya hadir dalam perayaan adat seperti panen raya atau penyambutan tamu penting. Tarian ini juga menjadi penanda rasa gembira dalam berbagai momen perayaan masyarakat.

Meski berasal dari wilayah Lindu, penyebaran tarian ini sudah menjangkau daerah lain, seperti Kulawi dan Pipikoro. Hal ini turut memperkuat posisi Raego sebagai warisan budaya Sigi.

Kesenian ini sekarang rutin ditampilkan dalam festival budaya lokal maupun nasional, seperti Festival Danau Lindu. Keikutsertaannya, memperkenalkan nilai-nilai luhur masyarakat Lindu ke hadapan publik yang lebih luas.

Upaya pelestarian dilakukan oleh masyarakat setempat agar Raego tetap hidup di tengah arus modernisasi. Generasi muda juga diajak untuk mempelajari dan menjaga warisan leluhur ini. (FDU)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....