Meaju, Tradisi Menyambut Tamu Kehormatan Di Tanah Kaili

  • 16 Mar 2025 23:53 WIB
  •  Palu

KBRN - Palu: Suku Kaili di Sulawesi Tengah menyambut tamu kehormatan dengan ritual Meaju. Tamu kehormatan yang dimaksud yakni, orang tua adat, kepala negara atau daerah, serta tamu penting lainnya yang datang dari luar wilayah.

Meaju adalah salah satu ritual atau tradisi adat suku Kaili Sulawesi Tengah dalam menyambut tamu kehormatan, dengan maksud sebagai ungkapan kegembiraan atau suka cita, dan juga untuk mempekenalkan adat budaya Tuan rumah, yang selalu siap siaga memberikan rasa aman dan damai bagi para tamu yang datang.

Peralatan yang digunakan adalah Gimba, berupa gendang tradisional, Guma atau senjata tadisional suku Kaili, Toko yakni tombak dan Kaliavo atau perisai. Ritual Adat Meaju dilaksanakan oleh 1-3 orang Pemuda sebagai Topeaju, dan 2 orang penabu Gimba (Bule Gimba). Semua pelaku mengenakan pakaian adat suku Kaili Sulawesi Tengah. Acara ini biasa dilaksanakan pada saat pelaksanaan upacara adat, pesta atau perayaan hari-hari besar dan sebagainya. Diperutukkan untuk menyambut Orang Tua Adat, Kepala Negara/Daerah, atau tamu kehormatan lainnya yang datang pada suatu perayaan.

Dimulai dengan suara Gimba yang di tabu oleh sepasang bule (penabuh) disusul dengan suara pekikan Adat (peaju) oleh 1-3 topeaju sambil melakukan gerakan seperti tarian perang dengan mengacungkan Guma/Toko serta kaliavo kehadapan para tamu kehormatan yang baru saja tiba. Para tamu di silahkan untuk terus berjalan ke depan seiring gerak mundur topeju yang terus menari dan memekik (meaju) sampai suara gimba yang di tabu berhenti. (MUJ)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....