Guma, Senjata Tradisional Suku Kaili Di Sulawesi Tengah
- 31 Des 2024 14:50 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Beragam nama disematkan masyarakat untuk senjata tradisional sejenis pedang di Sulawesi Tengah. Masyarakat Pamona di Kabupaten Poso, menyebutnya Penai, di Kabupaten Banggai dikenal dengan Bajak, sementara suku Kaili di lembah Palu, Sigi, Donggala, dan Parigi Moutong, menyebutnya Guma.
Kepala Bidang Perlindungan dan Pelestarian Kebudayaan Dinas Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tengah, Iksam Djorimi, mengatakan senjata tradisional ini diperkirakan telah ada sejak jaman prasejarah, khususnya pada jaman Megalitik. pada masa Paleometalik ini, manusia telah mengenal logam berdasarkan jejak temuan guma di masa tersebut.
"Hampir semuanya pembuatan senjata tradisional menggunakan biji besi yang ditempa, namun memiliki perbedaan cara pembuatanannya dibeberapa wilayah," tutur Iksam.
Iksam menyebut, di tanah Kaili memiliki ritual khusus seperti "noingga", ketika seseorang memesan Guma kepada pandai besi. Selama proses pembuatan Guma, sang penempa harus memakai sebuah gelang ikat adat.
Bagian gagang Guma disebut Petondu, yang memiliki motif seperti model ekor udang yang digunakan golongan Tadulako. Sementara, Guma Kalama memiliki motif jari tangan manusia dan Kajajonga, digunakan kalangan bangsawan untuk upacara tradisional.
Selain gagang, ada juga ragam hiasan pada ujung sarung yang disebut Ndasu, yang digunakan prajurit muda. Untuk ukiran daun akan digunakan oleh prajurit senior, dan terdapat perbedaaan pada ujung sarung dengan sebutan Ndasui, yang digunakan oleh bangsawan.
Data senjata tradisional tertua didapatkan dari hasil eskavasi salah satu situs di Lembah Pekurehua, Desa Tamadue, Poso, pada tahun 2012. Di tempat ini, ditemukan kerangka manusia utuh dengan mata tombak dari besi dan mata Piho, berusia sekitar 1.500 tahun.
Saat ini, Guma sudah terdaftar sebagai Warisan Budaya Tak Benda (WBTB) yang menjadi identitas Nasional bangsa Indonesia. Menjadi tugas bersama menyelamatkan beberapa warisan budaya bangsa yang keberadaanya sudah sangat lama. (MUJ)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....