THR Datang, Begini Cara Mengaturnya

  • 08 Mar 2026 07:58 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Tunjangan Hari Raya (THR) sering kali menjadi momen yang ditunggu-tunggu menjelang Lebaran. Namun tanpa perencanaan yang matang, uang THR bisa cepat habis untuk berbagai kebutuhan konsumtif. Karena itu, penting bagi masyarakat untuk mengatur penggunaan THR secara bijak agar tetap memberikan manfaat jangka panjang bagi kondisi keuangan.

Salah satu langkah yang dapat dilakukan adalah mengalokasikan sebagian THR untuk zakat dan sedekah. Idealnya sekitar 10 hingga 15 persen dari total THR digunakan untuk memenuhi kewajiban seperti zakat fitrah atau zakat mal, serta berbagi kepada sesama. Selain sebagai bentuk kepedulian sosial, langkah ini juga menjadi cara membersihkan harta sebelum digunakan untuk kebutuhan lainnya.

Selanjutnya, sekitar 10 hingga 20 persen dana THR dapat digunakan untuk melunasi utang atau kewajiban finansial. Membayar cicilan kartu kredit atau layanan paylater sejak awal dapat membantu mengurangi beban keuangan setelah Lebaran. Dengan begitu, kondisi keuangan tetap stabil dan tidak terbebani tagihan di bulan berikutnya.

Porsi terbesar dari THR umumnya dialokasikan untuk kebutuhan Lebaran. Sekitar 40 hingga 50 persen dana dapat digunakan untuk berbagai keperluan seperti biaya mudik, membeli pakaian baru, menyiapkan hidangan Lebaran, hingga memberikan angpao kepada keluarga atau kerabat. Agar tidak berlebihan, masyarakat disarankan membuat daftar kebutuhan dan menetapkan anggaran yang jelas.

Selain untuk kebutuhan jangka pendek, sebagian THR juga sebaiknya disisihkan untuk masa depan. Setidaknya 10 hingga 20 persen dana dapat dialokasikan untuk tabungan atau investasi. Dana tersebut bisa dimasukkan ke dalam dana darurat, tabungan pendidikan, atau instrumen investasi seperti emas dan reksa dana untuk membantu menjaga kestabilan finansial dalam jangka panjang.

Agar pengelolaan dana lebih terkontrol, masyarakat juga dianjurkan memisahkan uang THR dari rekening gaji atau rekening harian. Dengan cara ini, penggunaan dana dapat lebih terpantau dan tidak tercampur dengan pengeluaran rutin sehingga mengurangi risiko penggunaan secara impulsif.

Terakhir, penting untuk menahan diri dari godaan diskon dan promo yang sering muncul menjelang Lebaran. Banyaknya penawaran menarik dapat memicu belanja berlebihan jika tidak disertai perencanaan yang matang. Dengan mengatur prioritas dan membuat anggaran tertulis, THR tidak hanya habis untuk konsumsi sesaat, tetapi juga memberikan manfaat bagi keuangan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....