Zakat Kunci Rezeki Berkah Sepanjang Masa

  • 02 Mar 2026 10:39 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, PALU - Zakat bukan sekadar kewajiban tahunan umat Islam, tetapi juga menjadi instrumen investasi spiritual dan sosial yang dampaknya nyata, baik di dunia maupun di akhirat. Hal itu disampaikan oleh Dr. KH. Gasim Yamani, M.Ag dalam dialog Ramadhan bertema “Zakat: Investasi Dunia dan Akhirat” yang digelar di RRI Pro 1 Palu.

Menurut Dr. KH. Gasim Yamani, M.Ag, zakat memiliki dimensi yang jauh lebih luas dari sekadar menggugurkan kewajiban. Ia menegaskan bahwa zakat adalah bentuk investasi yang keuntungannya tidak hanya dirasakan oleh penerima, tetapi juga oleh pemberi zakat itu sendiri.

“Kalau kita berbicara investasi, orang selalu berpikir tentang keuntungan materi. Padahal zakat adalah investasi yang paling aman. Di dunia, ia membersihkan harta dan menumbuhkan keberkahan. Di akhirat, ia menjadi penolong yang tak ternilai,” ujar Gasim Yamani.

Ia menjelaskan, dalam perspektif Islam, harta yang dikeluarkan untuk zakat justru tidak berkurang, melainkan bertambah dalam bentuk keberkahan dan ketenangan batin. Zakat juga berperan besar dalam mengurangi kesenjangan sosial serta memperkuat solidaritas antarumat.

“Zakat itu bukan mengurangi, tapi menyucikan. Ketika harta kita dizakati, maka ia menjadi bersih dan halal secara sempurna. Bahkan secara sosial, zakat membangun keseimbangan ekonomi dan memperkuat ukhuwah,” tambahnya.

Lebih lanjut, ia mengajak umat Islam untuk tidak menunda-nunda membayar zakat, terutama di bulan Ramadan yang menjadi momentum peningkatan amal ibadah. Menurutnya, kesadaran berzakat harus tumbuh dari pemahaman bahwa harta hanyalah titipan Allah SWT.

“Jangan menunggu kaya untuk berzakat. Justru dengan berzakat, Allah yang akan mencukupkan. Ini janji Allah, dan janji-Nya tidak pernah ingkar,” tegasnya.

Melalui penguatan literasi zakat dan peran lembaga resmi seperti Badan Amil Zakat Nasional, diharapkan pengelolaan zakat semakin profesional dan tepat sasaran. Dengan demikian, zakat benar-benar menjadi solusi umat sekaligus investasi abadi yang hasilnya dirasakan lintas generasi.

Zakat, pada akhirnya, bukan hanya tentang angka dan nominal, tetapi tentang keikhlasan dan keyakinan bahwa setiap rupiah yang dikeluarkan di jalan Allah akan kembali dalam bentuk yang jauh lebih besar—di dunia, dan terlebih lagi di akhirat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....