Tips Menjaga Kesehatan Gigi Mulut Saat Puasa

  • 25 Feb 2026 18:16 WIB
  •  Palu

RRI.CO.ID, Palu - Saat menjalankan ibadah puasa, bukan hanya gangguan pencernaan yang kerap muncul. Permasalahan gigi dan mulut juga sering menjadi keluhan, mulai dari bibir pecah-pecah, bau mulut, hingga sariawan. Kondisi ini umumnya dipicu oleh berkurangnya asupan cairan selama belasan jam, sehingga produksi air liur menurun dan mulut terasa lebih kering.

Situasi tersebut tentu bisa mengganggu rasa nyaman dan menurunkan rasa percaya diri saat beraktivitas di bulan Ramadan. Namun, tidak perlu khawatir. Ada sejumlah langkah sederhana yang bisa dilakukan agar kesehatan gigi dan mulut tetap terjaga selama berpuasa. Berikut rangkumannya, dilansir dari Halodoc.

1.Sikat Gigi Dengan tehnik Tepat

Bau mulut menjadi keluhan paling umum saat puasa. Meski sudah menyikat gigi, aroma kurang sedap kadang tetap muncul. Salah satu penyebabnya adalah proses pembakaran lemak dalam tubuh yang menghasilkan senyawa keton beraroma khas. Selain itu, minimnya cairan membuat produksi air liur berkurang, padahal air liur berfungsi membantu menetralkan asam dan membersihkan sisa makanan.

Untuk meminimalkan bau mulut, sikat gigi setidaknya dua kali sehari—setelah sahur dan sebelum tidur—selama kurang lebih dua menit. Bersihkan pula bagian lidah karena sering menjadi tempat menempelnya sisa makanan. Gunakan benang gigi (dental floss) untuk menjangkau sela-sela yang sulit dibersihkan sikat, lalu akhiri dengan obat kumur agar kebersihan mulut lebih optimal.

2. Perbanyak Konsumsi Buah dan Sayur

Asupan makanan bergizi sangat berpengaruh terhadap kesehatan rongga mulut. Buah dan sayuran yang kaya vitamin, terutama vitamin C, membantu menjaga kesehatan gusi serta mencegah sariawan dan infeksi. Dengan nutrisi yang cukup, kondisi mulut tetap prima sehingga ibadah puasa bisa dijalani dengan lebih nyaman.

3. Penuhi Kebutuhan Cairan Harian

Kekurangan cairan menjadi salah satu faktor utama munculnya bau mulut saat puasa. Karena itu, penting untuk mencukupi kebutuhan air putih sekitar delapan gelas atau dua liter per hari. Pola minum 2–4–2 bisa diterapkan: dua gelas saat berbuka, empat gelas setelah tarawih atau sebelum tidur, dan dua gelas saat sahur. Cara ini membantu menjaga produksi air liur tetap stabil.

4.Kurangi Kebiasaan Merokok

Merokok dapat memperparah bau mulut dan meningkatkan risiko gangguan pada gigi serta gusi. Bulan puasa bisa menjadi momentum yang tepat untuk mengurangi, bahkan menghentikan kebiasaan tersebut. Jika dorongan merokok muncul, cobalah mengalihkan dengan mengunyah permen mint atau menyibukkan diri dengan aktivitas lain yang positif.

5. Hindari Makanan Beraroma Tajam

Beberapa jenis makanan seperti petai, jengkol, durian, atau hidangan yang kaya bawang dapat meninggalkan aroma kuat yang bertahan lama di mulut. Sebaiknya batasi konsumsi makanan tersebut saat sahur maupun berbuka agar tidak menimbulkan bau tidak sedap keesokan harinya.

Menjaga kesehatan gigi dan mulut selama puasa sebenarnya tidak sulit, asalkan dilakukan secara konsisten. Dengan kebersihan yang terjaga, asupan nutrisi seimbang, serta kecukupan cairan, ibadah Ramadan pun dapat dijalani dengan lebih nyaman dan percaya diri. (AL)







google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....