Perjalanan Iman dari Ramadhani ke Rabbani

  • 28 Mar 2025 17:26 WIB
  •  Palu

KBRN,Palu : Ramadan usai, tantangan baru muncul. Mampukah umat mempertahankan semangat ibadah?

Bulan suci membiasakan Muslim untuk taat. Namun, setelahnya, ujian sejati dimulai. Wakil Ketua Umum MUI Kota Palu, Dr. Hi. Muh Munif A. Godal, M.A., mengingatkan pentingnya konsistensi. "Keimanan harus terus dijaga, bukan hanya saat Ramadan," ujarnya.

Banyak orang beribadah hanya di bulan Ramadan. Mereka rajin salat, membaca Al-Qur’an, dan bersedekah. Namun, setelah Idulfitri, sebagian kembali ke kebiasaan lama. Semangat ibadah perlahan mengendur.

Pribadi "Ramadhani" hanya beribadah saat bulan puasa. Sedangkan pribadi "Rabbani" istiqamah sepanjang tahun.

Islam mengajarkan kesalehan berkelanjutan. Ramadan seharusnya menjadi titik awal, bukan akhir. Setelah Ramadan, perlu ada upaya mempertahankan kebiasaan baik. Ibadah tidak boleh musiman.

Menurut ustad Munif , kebiasaan baik bisa dipertahankan dengan disiplin. "Mulai dari hal kecil, seperti salat tepat waktu," katanya.

Masyarakat diajak untuk meningkatkan kualitas ibadah. Dengan begitu, Ramadan benar-benar memberikan perubahan. Perjalanan iman sejati bukan hanya di bulan puasa. Namun, sepanjang hayat menuju ridha Ilahi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....