Alasan Ramadan Disebut Diklat Ketaqwaan

  • 20 Mar 2025 09:31 WIB
  •  Palu

KBRN, Palu: Bulan Ramadan menjadi sebuah pelatihan intensif dalam meningkatkan ketaqwaan. Hal itu disampaikan Ubay Harun, dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Palu, dalam dialog Jendela Iman Ramadan di Pro 1 RRI Palu, Senin (17/3/2025).

Ia mengatakan, Ramadan ibarat diklat atau pelatihan spiritual yang membentuk pribadi lebih disiplin, sabar, dan semakin dekat dengan Allah SWT. Ramadan, menurutnya, adalah madrasah ruhaniyah, tempat berlatih menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa

"Jika kita berhasil melewati bulan ini dengan baik, maka di bulan-bulan berikutnya, ketakwaan kita akan lebih terjaga,” ujar Ubay Harun.

Dalam bulan suci ini, umat Muslim diajarkan untuk meningkatkan ibadah, mulai dari shalat, membaca Al-Qur’an, hingga memperbanyak sedekah. Ubay menekankan, semua ibadah menjadi bagian dari pendidikan spiritual yang mengajarkan kedisiplinan, keikhlasan, dan kepedulian sosial.

“Kita bukan hanya menahan lapar dan haus, tetapi juga menahan amarah, hawa nafsu, serta menjaga lisan dan hati dari hal-hal yang tidak baik,” ucapnya.

Ubay menambahkan, salah satu tanda keberhasilan Ramadan sebagai diklat ketaqwaan, adalah perubahan perilaku setelah bulan suci berakhir. Jika seseorang tetap menjaga kebiasaan baik yang telah dilatih selama Ramadan, maka itu menunjukkan keberhasilan pelatihan spiritual yang dijalani.

“Jika setelah bulan suci ini tidak ada perubahan dalam diri kita, maka bisa jadi kita hanya berpuasa secara fisik, tetapi tidak secara rohani,” ujar Ubay. (UKJ)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....