Spiritualitas Ramadan Menembus Realita: Refleksi Kepedulian Sosial
- 15 Mar 2025 20:34 WIB
- Palu
KBRN, Palu: Bulan suci Ramadan bukan hanya dimaknai sebagai momentum ibadah, tapi juga sarana memperkuat kepedulian sosial. Pentingnya menjalankan nilai-nilai spiritual Ramadan dalam kehidupan nyata menjadi sorotan utama.
Wakil Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia Kota Palu, Sagir M. Amin menegaskan, iman melainkan harus diimplementasikan dalam tindakan nyata. Hal ini sejalan dengan hadis Rasulullah SAW yang menyatakan, keimanan seseorang harus tercermin dalam amal kebajikan.
Ia juga mengingatkan, tentang peringatan Allah dalam Surah Al-Ma'un terhadap orang-orang yang beragama, tapi tidak peduli pada yatim dan fakir miskin. Sagir mengatakan, sering melihat fenomena orang yang rajin beribadah, tapi abai terhadap sesama.
"Mereka mungkin menunaikan salat, berpuasa, bahkan berhaji berkali-kali, tetapi masih bersikap kikir dan boros,” ujarnya, dalam dialog Jendela Iman Ramadan di Pro 1 RRI Palu, Kamis(13/03/2025).
Fenomena pemborosan makanan selama Ramadan, kata Sagir, juga menjadi perhatian. Data menunjukkan, food waste di Indonesia mencapai 300 hingga 350 kilogram per keluarga setiap tahunnya.
Dalam konteks Ramadan, kecenderungan membeli makanan berlebihan sering kali berakhir dengan pembuangan yang sia-sia. Selain itu, menurut Sagir, tradisi konsumtif menjelang Idul Fitri juga banyak dikritisi.
Banyak masyarakat yang berbelanja pakaian baru, sementara pakaian lama hanya menumpuk di lemari. Sagir mengajak umat untuk lebih dermawan dengan menyumbangkan pakaian yang layak pakai kepada mereka yang membutuhkan.
“Di negara-negara maju, kebiasaan menyumbangkan pakaian bekas sudah menjadi budaya dan kita pun seharusnya meniru kebiasaan baik ini, bukan menimbun barang yang tidak lagi digunakan,” ucapnya.
Sagir menutup ceramah dengan mengatakan, setiap nikmat yang diperoleh seseorang pasti mengundang rasa iri dari orang lain. Karena itu, ia mengimbau agar umat Islam senantiasa bersikap dermawan dan peka terhadap kondisi sosial di sekitarnya.
Dengan refleksi ini, diharapkan Ramadan menjadi ajang meningkatkan ibadah personal. Termasuk, memperkuat kepedulian terhadap sesama yang menembus realita kehidupan sehari-hari. (WRM)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....